Site icon JNewstv.com

Deky Tawaris” Pemda Halut Sangat Peduli Ketika Almarhum Fredy Tjandua Dinyatakan Positif Covid-19

JNewstv.com | Tobelo Halut. Menanggapi pemberitaan salah satu media Online dengan judul “Astaga Sumbangan Duka Untuk Almarhum Sekda Halut, Fredy Tjandua Tak Tahu Rimbanya” Mendapat tanggapan dari Kadis Kominfo Deky Tawaris.

Deky, mengatakan bahwa wartawan yang menulis dalam suatu media pemberitaan harusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan berbagai sumber terkaid dalam  sebuah pemeberitaan, harus memenuhi unsur-unsur dan kaidah jurnalis paling kurang dikonfirmasi dengan pihak pemerintah daerah, karena beliau Almarhum Fredy Tjandua dalam jabatan sebagi Sekda Halut adalah pejabat pemerintah daerah,” Jadi Wartawan itu harus Profesional harus melakukan konfirmasi dengan sumber-sumber terkait.

Bukan saja seenaknya apalagi yang namanya wartawan itu dia harus terdaftar dalam box redaksi dan memiliki ID Card. Terkait dengan sumbangan duka untuk mantan Sekda Almarhum Fredy Tjandua, ini kata Deky Tawaris, “Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, terlebih khusus Bupati Frans Manery dan Wakil Bupati Muchlis TapiTapi, begitu prihatin sangat peduli dan memberikan perhatian khusus kepada mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Halut Almarhum Fredy Tjandua, saat dinyatakan positiv Covid-19.

Almarhum sekda Fredy Tjandua setelah melaksanakan tugas luar di Jakarta dan kembali di Ternate Tobelo hari rabu tanggal 12 Agustus 2020, sudah merasakan sakit, sehingga asisten III Yudihard Noya brsama Bupati Frans Manery pada keesokan harinya tanggal 13/07/2020, menjenguk almarhum dirumahnya untuk meminta beliau di rawat di RSUD Tobelo dan sudah dikomunikasikan dengan dokter Amanda sehingga pada tanghal 14 siang almarhun di rawat di RSUD.

Namun pada tanggal 17/08/2020 kondisi semakin  menurun dan waktu itu pak Bupati Frans Manery berada di Loloda dalam kegiatan upacara penurunan bendera bersama Wakil Bupati Muchlis TapiTapi yang pada pagi itu melaksanakan upacara pengibaran bendera di kecamatan loloda kepulauan.

Mengetahui kondisi pak Sekda Fredy Tjandua,  maka didiskusikan untuk perawatan lanjutan dengan pemikiran dirujuk ke ternate atau manado, kemudian pak Bupati mengarahkan untuk menghubungi pihak PT. NHM untuk memfasilitasi  menggunakan pesawat milik PT. NHM.

Setelah tiba di Manado pada tanggal 20/08/2020 dilakukan penjemputan dengan mobil ambulans dilenglapi peralatan medis  dan di bawa ke RS Kandou. “Berbagai upaya penanganan telah dilakukan,” jelasnya.

Pada saat pak sekda dinyatakan meninggal dunia, pemda halut dengan berbagai upaya dan komunikasi dengan semua otoritas kepentingan untuk membawa jenasah almarhum ke tobelo, namun karena Protokol Covid-19 begitu ketat, maka keluarga mengambil kesimpulan dengan memakaman Jenasah Almarhun Fredy Tjandua di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kota bitung sulawesi utara.

Pak Bupati Frans Manery dan Wakil Bupati Muchlis TapiTapi, begitu serius dan perhatian sehingga waktu berada di manado pemda memberikan biaya sebesar 50 juta yang diserahkan langsun ke tangan Pak Hernefer Tjandua adik kandung Almarhum yang juga menjabat sebagai Kadis Dukcapil Halut. Kemudian tanggal 21/08/2020, di tranfer ke Pak Hernever Tjandua sebesar 25 juta sehingga totalnya 75 juta.
Selain itu ada pelayanan lain yang dilalukan  baik pemakaman dan malam penghiburan diberikan pelayanan oleh Pemda.

Jadi uang yang diserahkan kepada Pak Hernever Tjandua sebesar 75 Juta itu, adalah upaya pemda halut saat dimasa Covid-19 mencari solusi pinjaman dengan kesepakatan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang nantinya mengembalikan
pinjaman sebesar 75 juta tersebut namun sampai saat ini pinjaman tersebut baru bisa dikembalikan sebesa. (Roby)

Exit mobile version