Site icon JNewstv.com

Direktur Hendro Genjot Kalangan Milenial Budayakan Metrologi Legal

JNewstv.com | JAKARTA                Generasi muda kalangan milenial menjadi target Direktorat Metrologi Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, dalam menggalakkan kampanye pemahaman metrologi legal & internalisasi budaya tertib ukur.

“Generasi muda itu kan agen perubahan, dan memang kami jadikan target menumbuh-kembangkan budaya tertib ukur agar lebih peduli terhadap ukuran, takaran, dan timbangan, pada kegiatan sehari-hari khususnya dalam transaksi perdagangan,” ujar Direktur Matheus Hendro Purnomo usai webinar Edukasi Metrologi Legal bertema Metrologi Sejak Dini, Rabu (23/3).

Karena itulah, Hendro Purnomo merencanakan proses internalisasi budaya tertib ukur dikembangkan ke dalam materi-materi pembelajaran di sekolah sebagai bahan pengayaan. “Program edukasi ini diharapkan tidak hanya bagi para pelajar, tetapi juga para guru & tenaga pengajar dapat ikut membantu mensosialisasikan,” ujarnya dalam sambutan Webinar yang disaksikan 7.492 pengunjung You Tube Channel Direktorat Metrologi & 1.500 pelajar SMP/MTs di wilayah Provinsi se-Jawa, DI Yogyakarta dan Banten.

Pemahaman program itu, katanya, mulai pentingnya penggunaan satuan ukuran yang benar hingga kepedulian terhadap pengukuran, penakaran, dan penimbangan yang baik dan benar sesuai peraturan perundang-undangan.

Melek Metrologi
Di tempat terpisah Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, mengakui edukasi metrologi legal sejak dini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan konsumen yang berdaya sekaligus mendorong pelaku usaha yang bertanggung jawab.

“Program Masyarakat Melek Metrologi Legal, yang dicanangkan Direktorat Metrologi, sebagai program meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap metrologi legal,” ujar Dirjen Veri, Rabu (23/3).

Targetnya, Veri Anggrijono menjelaskan, kepatuhan pelaku usaha pengguna/pemilik alat ukur, alat takar, alat timbang, dan alat perlengkapan yang digunakan dalam transaksi perdagangan, pada akhirnya terus menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap hasil pengukuran, penakaran, dan penimbangan, yang pada gilirannya mendongkrak perekonomian nasional.
Dirjen Veri menambahkan konsumen yang berdaya dengan pelaku usaha yang bertanggung jawab dapat meminimalisir kerugian-kerugian yang timbul dari kesalahan pengukuran, penakaran, dan penimbangan dalam transaksi perdagangan.

“Kepercayaan konsumen menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Tertib Ukur. Generasi muda merupakan penerus bangsa yang di masa depan menjadi pelopor terciptanya budaya tertib ukur, generasi yang peduli terhadap ukuran, takaran, dan timbangan,” tutupnya. (Nanda/Red)

 

Exit mobile version