
JNewstv com | JAKARTA Dua ratusan murid Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) dari Baitul Huda, Baitul Karim, dan Said Naum, di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, bersorak ria manakala salah tebak yang diajukan pendongeng Danang Sriwijayanto dikenal Kak Danang & boneka Odi.
“Keceriaan anak-anak, dipandu Kak Danang, memang bagian program sosial kami dalam menumbuhkembangkan kepedulian terhadap anak-anak yatim & kaum duafa di lingkungan terdekat,” ujar Sri Mulyani, direktur Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh (Lazis) Baitul Karim, Kebon Kacang, malam Sabtu (26/3).
Dijelaskannya, organisasi sosial yang baru mentas Februari 2022 itu termotivasi setelah selama ini berjibaku dengan kegiatan sosial rutin santunan kepada anak yatim & duafa (miskin). Di antara program itu pembagian kaleng “kencleng” kepada murid TPA/TPQ sebagai sarana menabung, yang hasilnya diserahkan berkala kepada pengurus Lazis Baitul Karim di RW 04.
Kisah Inspiratif
Untuk memulainya, sambung Nandi Sofyan, organisasi sosial binaan Yayasan Yatim Mandiri itu membangkitkan kepedulian sosial murid TPA/TPQ itu diperkenalkan pendongeng Kak Danang plus Boneka Odi melalui kisah Rasulullah Muhammad Sholallahu’Alaihi Wassalam mengangkat seorang anak yatim.
Si-Fulan menangis sedih di tengah suasana perayaan Hari Raya Idul Fitri dikarenakan tidak memakai baju baru & ceria bersama ayah seperti teman-teman sebaya tetangganya yang bahkan sesekali mengejek. Singkatnya, Nabi Muhammad SAW berdialog dengan Fulan berujung Fulan diangkat/diterima menjadi keluarga Rosullullah Muhammad bin Abdullah penerima Wahyu Allah Subhanahu Wata’ala kini berbentuk Al-Qur’an Karim & perintah langsung Salat.
“Kisah inspiratif itu juga menggambarkan bagaimana kepedihan hati seorang anak ditinggal ayah, sebagaimana Rosullullah SAW juga menjadi yatim saat berusia dua (2) bulan,” ujar Nandi Sofyan, yang juga Wakil Direktur Lazis Baitul Karim itu.
Kemiskinan
Kepedulian sosial sejak dini, bagi Nandi Sofyan, merupakan bagian dari solusi mengentaskan kemiskinan dimana Islam telah menetapkan harmonisasi Hablum Min Allah & Hablum Min an-Nas yaitu hubungan kepada Allah SWT & hubungan antar-manusia.
“Keseimbangan mencintai Allah SWT & mencintai sesama manusia merupakan kehidupan ideal di dunia fana ini, yang tentu bertentangan dengan keserakahan yang menghalalkan segala cara untuk menguasai dunia sehingga memunculkan kesengsaraan termasuk banyak kematian lelaki (ayah) korban perang, ataupun bencana alam,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik pada Januari 2022 merilis penduduk miskin Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta jiwa, atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang 24,78 juta jiwa. September 2020 mencapai 27,55 juta jiwa, di antara kini tercatat 273 juta jiwa penduduk.
Sementara BAZNAS pada 2020 menyalurkan tahun 2019 bidang ekonomi 13,5% atau sebesar Rp 841 milyar, bidang sosial kemanusiaan 36,9% atau Rp 2,2 trilyun, bidang pendidikan 19,3% dari total penyaluran atau Rp 1,2 trilyun, serta bidang advokasi & dakwah Rp 1,5 trilyun. Hal itu sebagaimana ditulis Meliani Siti Mariyah Cs di kompasiana.com berjudul “Bagaimana Pandangan Islam terhadap Kemiskinan.” (Nanda/Red)