
Mahasiswa Unit Program Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka (UPBJJ -UT) Ternate, kembali berhasil mengukir prestasi.Pasalnya dua mahasiswa UT yakni Rifai Maulana (21) dan Asmita Kahar (22) telah berhasil lolos sebagai finalis Putera Puteri Kebudayaan 2019 diajang Nasional. Hal ini dikatakan oleh Direktur UT Ternate, Anfas kepada JNewstv.com di ruang kerjanya. (24/08)
Direktur UPBJJ -UT Ternate, Anfas mengatakan bahwa Rifai Maulana yang sedang menempuh semester 1 program studi Manajemen dan Asmita Kahar di semester 4 program studi Administrasi Bisnis sudah mengikuti persaingan bersama finalis putera puteri kebudayaan perwakilan dari beberapa propinsi di Indonesia.
“Ajang Putera Puteri Kebudayaan hingga ke tahap nasional ini merupakan perdana untuk Maluku Utara, dan sangat diapresiasi karena berhasil pada tahap 8 besar untuk Putra Kebudayaan dan Asmita Kahar masuk dalam Putri Favorit 6 Besar dalam poling Media Sosial IG @putraputrikebudayaanindo,” paparnya.
Anfas menjelaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kepada kedua mahasiswa UT Ternate yang berhasil mengharumkan nama propinsi Maluku Utara dalam Putera Puteri Kebudayaan 2019 di tingkat Nasional, apalagi ini merupakan perdana bagi mereka berdua, namun tekat dan hasil yang terbaik telah mereka berikan untuk mewakili Maluku Utara, masuk dalam beberapa katagori.
“Usai kegiatan Putera Puteri Kebudayaan Nasional di Jakarta, Rifai dan Asmita akan melakukan kunjungan ke kampus Univerista Terbuka (UT) Pusat di Pondok Cabe, Tanggerang Selatan, untuk silahturahmi dengan Rektor UT Pusat sekaligus diundang dalam bincang Coffe Break dengan tema “Peran Mahasiswa UT dalam Melestarikan Budaya” 27 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB live di streaming di utradio.ut.ac.id,” jelasnya.
Sementara itu Rifai saat di konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa keberangkatan dirinya dan Asmita ke Jakarta dari tanggal 18 Agustus 2019 kemarin dan selama di Jakarta berbagai rangkaian acara yang diikuti, kami persembahan kebudayaan tarian yaitu Tari Tamak Dahi.
“Tari Tamak Dahi merupakan tarian kreasi tradisional yang di ambil dari daerah Sanana atau Kepulauan Sula yang menceritakan tentang sepasang suami istri yang pergi memanen hasil panen di lautan (ikan, Laor dan lain -lain) namun di perjalanan mereka ke lautan mereka di terjang oleh ombak yang sangat besar dan mereka tetap semangat serta terus berjuang untuk mendapatkan hasil panen mereka hingga akhirnya mereka pulang membawa hasil panennya dan tak lupa mereka bersyukur kepada yg maha kuasa atas nikmatnya serta merayakannya dengan hati yang riang gembira.” ungkap Rifai, finalis Putera Kebudayaan Maluku Utara 2019.
Hal senada juga di jelaskan oleh Asmita bahwa dirinya dan Rifai menampilkan Traditional Costume of Putera Puteri Kebudayaan Maluku Utara 2019 Karya Koko Jody & Rifaldi Umar berupa kostum The Magic of Lorius Garrulus/Burung Nuri Ternate (untuk Asmita) & The Immortality of Tabadiku (untuk Rifai)
“Kostum yang kami kenakan saat tahap babak seleksi terakhir, merupakan rancangan dari Koko Jody dan Rifai yang sangat mewakilkan warna kebudayaan Maluku Utara, dan itu menjadikan kami bangga dan percaya diri dalam babak final” jelas Asmita, Puteri Kebudayaan Maulu Utara 2019. (red)
