Site icon JNewstv.com

Duta Bahasa Pilar Melestarikan Bahasa Indonesia Bagi Generasi Milenial

JNewstv.com |Ternate
Duta bahasa adalah ajang pemilihan figur generasi muda yang bertugas untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini  di sampaikan Koordinator penyelenggara kegiatan Sosialisasi Pemilihan duta bahasa Provinsi Maluku Utara ,Umiatun Sa’diyah pada sosialisasi pemilihan duta bahasa tingkat provinsi yang di laksanakan di Aula Rektorat Universitas Muhamadiyah Maluku Utara.Senin, (02/02/2020)

Umiatun Sa’diyah mengatakan sebelum melakukan kegiatan pemilihan duta bahasa tahun 2020 ini,pihaknya melakukan sosialisaasi dengan bekerja sama pada pihak kampus dari masing masing prodi dan fakultas untuk mengirimkan delegasi guna mengikuti sosialisasi pemilihan duta bahasa. “Ini adalah kali ke 2 kegiatan ini di gelar di Muhammadiyah selanjutkan kita akan join ke kampus kampus lainya seperti stikip dan unkhair,” ungkapnya

Ia menjelaskan bahwa kerja sama juga di bangun dengan IKADUBAS (Ikatan duta bahasa) Maluku Utara, tujuan nya agar supaya peserta sosialisasi bisa tahu seperti apa sistem pemilihan duta bahasa  dan juga pengalaman hingga sampai ke jenjang nasional.” Para peserta dapat pelajaran dari IKADUBAS dalam pemilihan duta bahasa,” jelasnya.

Sementara itu Muhamima Pattihua ,salah satu Runner up Duta bahasa Maluku Utara tahun lalu yang mewakili provinsi Maluku Utara sampai ke tingkat nasionalmemberikan apressiasi tentang pemilihan duta bahasa 2020 ini. “Super sekali kegiatan sosialisasi pagi hari ini karena selain banyak calon peserta yang bertanya terkait kendala mereka, mereka juga sangat antusias untuk menjadi (dubas) duta bahasa.

Muhamima Pattihua menerangkan untuk menjadi duta bahasa tidak harus fasih berbahasa asing karena moto dari duta bahasa itu utamakan bahasa Indonesia , lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.”Kurangnya pengetahuan tentang kebahasaan sekarang ini adalah masalah yang paling urgent. Penting penguasaan bahasa Indonesia sebagai prospek komunikasi di ruang publik sangat minim akhirnya banyak kaum milenial yang salah mentransformasikan bahasa di ruang publik. penggabungan bahasa atau dualisme dalam berkomunikasi, pencampuran bahasa asing dan bahasa Indonesia begitu pula bahasa daerah dan bahasa indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Dr.Ir.Herry Djainal,M.si selaku Warek 3 dalam hal ini yang mengelola terkait bidang kemahasiswaan mengharapkan,agar setiap kegiatan yang dilaksanakan baik itu dalam bentuk sosialisasi hingga nanti sampai pada tahapan seleksi calon peserta harus mengikuti kegiatan ini semaksimal mungkin agar bisa berkompetisi dengan baik dan tetap mengemukakan prestasi dan akhlak baik selama kegiatan. “Saya berharap kantor bahasa Maluku Utara dalam hal ini penyelanggara kegiatan sosialisasi juga memfasilitasi terkait dengan sertifikat atau piagam calon peserta sehingga ini menjadi penunjang kegiatan mereka juga sebagai spirit untuk mengikuti kegiatan lainnya,” tutupnya. (Faisal)

Exit mobile version