
Guna meningkatkan sinergitas antara TNI dan wartawan, Pengurus Forum Pers Independent Indonesia (FPII) lakukan kunjungan silaturahmi ke Makorem 152/ Babullah. Dalam kunjungan tersebut Komandan Korem (Danrem) 152/ Bbl, Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan menerima langsung di ruang kerjanya. (18/03/21)
Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan mengatakan bahwa dirinya berterima kasih atas kunjungan silaturahmi pengurus FPII Setwil Malut ini dalam rangka mempersatukan persepsi dalam liputan atau pemberitaan TNI AD dalam hal ini Korem 152/ Bbl. ” Saya sangat bersyukur atas kedatangan rekan wartawan yang tergabung dalam FPII dan juga saya sangat terbuka kepada media manapun. Karena tanpa silaturahmi dan komunikasi serta koordinasi dalam tugasnya masing – masing akan tidak berjalan dengan baik karena dilapangan kadang kadang ada yang perlu dikordinasikan,” ucapnya.
Jenderal bintang satu ini menjelaskan bahwa peran serta media dalam pelaksanaan kegiatan TNI dalam hal ini, Korem 152/ Baabullah sangat di perlukan.Untuk itu sinergitas dalam pemberitaan agar selalu terarah dan terukur, serta terkoordinasi dengan baik. ” Silaturahmi ini untuk membangun sinergitas antara Pers dan Korem sehingga dari jajaran atas sampai tingkat bawah, yakni Babinsa saling memahami tupoksinya masing – masing namun tetap bersinergi. ” Jadi bila ada kesalahpahaman dapat bisa teratasi secara cepat, karena yang terpenting adalah komunikasi yang terarah dalam suatu pemberitaan sehingga menghasilkan win – win solution ( solusi yang terbaik),” papar orang nomor satu di korem 152/ Bbl ini.
Sementara itu, Ketua FPII Setwil Provinsi Malut, Junaidy A.Rasid menerangkan kedatangannya beserta jajarannya melakukan silaturahmi ini dengan tujuan untuk terjalin komunikasi dengan baik antara tingkat bawah hingga tingkat atas, sehingga kedepannya pers dan TNI dalam hal ini Korem 152/ Bbl beserta jajarannya saling dan lebih bersinergi lagi dalam pemberitaan kegiatan atau program yang akan dilaksanakan. ” Kami sebagai jurnalis akan melakukan tupoksi sesuai dengan undang-undang dan beretika, juga menyatukan visi dalam pemberitaan agar berimbang sesuai dalam kode etik jurnalis. Sehingga tidak berat sebelah atau memperkeruh suasana,” paparnya.
Lanjutnya, tujuan FPII adalah untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan Negara sesuai dengan amanah UUD’45 dan Pancasila dan menegakan UU Pers yang berlaku di Indonesia serta mendorong tegaknya Hak Asasi Manusia terkait dengan tugas wartawan dan memberikan bantuan advokasi kepada insan pers. ” Kami juga akan meningkatkan profesionalitas wartawan dan membangun kepercayaan diri wartawan sebagai pilar ke–4 guna dapat
enyampaikan aspirasi masyarakat kepada instansi, institusi dan semua elemen yang ada, atau sebaliknya,” tutupnya Junaidy. (Ilon).