
Romansa Upara mengatakan reklamasi pantai akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik entah karena dampak keuntungan atau dampak kerugian yang akan terjadi dan suatu hal yang lumrah di telinga masyarakat.
” Kami minta Pemkot Ternate menghentikan kegiatan reklamasi pantai karena sangat mengganggu kelestarian ekologi sebab berbicara soal reklasi yang jelas ada hubungan dengan kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Dia menjelaskan proyek reklamasi pantai berdampak pada ekosistem Pulau-pulau kecil khususnya di Ternate karena Ternate daerah kepulauan yang hampir sebagian besar di area pesisir telah di timbun dan beberapa kawasan di Kota Ternate yang sudah tidak lagi tumbuh mangrove.
” Rklamasi pantai coba di bangun kembali oleh Pemerintah Kota di kawasan sangaji dan juga Kalumata dan ini akan dampak terus berlanjut, sebab berbicara pembangunan bukan perihal manusia dengan manusia saja,tetapi manusia dengan lingkilingkungan dan itu sudah jelas dalam pengkajian ekologi dan juga ekonomi m,ini tidak berdampak positif keseluruhan masyarakat setempat,” tegas Romansa.
Tambah dia, reklasi pantai menjanjikan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan, namun realita yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang di cita-citakan dan persaingan ekonomi antara masyarakat setempat dan orang-orang yang memiliki saham besar akan terjadi ketika yang di janjikan Pemerintah Kota tidak dapat dibuktikan dengan jelas.
” Kami Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) menuntut dengan tegas agar pemerintah lihai dalam melihat situasi dan mampu membedakan apa yang semestinya dilakukan dan apa yang tidak harus di lakukan maka tuntutan kami,tolak Reklamasi pantai,tolak Omnibus Law, Stop pengurusan lahan, Sahkan RUU-PKS, Stop Represif terhadap mahasiswa, Stop Represif terhadap Pers,dan desak Presiden Keluarkan Perppu.(ilon).