
Masayu Gay, mengatakan bahwa kegiatan hari pahlawan, merupakan hari momentum bangsa Indonesia untuk mengingat kembali jasa para pahlawan Nasional yang telah gugur pada masa pertempuran yang lampau.” Kegiatan yang dilakukan di benteng oranje dikarenakan benteng oranje adalah salah satu tempat sejarah ternama di provinsi Maluku Utara yang mana pada masa itu dikuasai Portugis. Sebab itulah Gerasi Nusantara hadir dan memperingati dengan Seni Sastra,” ungkapnya.
Ia menjelaskan dengan adanya kegiatan pagelaran Seni Sastra oleh Gerasi Nusantara kita dapat mengingat kembali jasa pahlawan bangsa Nasional serta budaya kita sebagai jati diri anak bangsa sebagaimana bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan penuh akan jejak peninggalan yakni; salah satunya Maluku Utara. ” Di samping itu, juga launching buku hasil karya sastra yang dituliskan Komunitas Gerasi Nusantara bahkan kadis Kebudayaan Ternate, Rinto Thaib juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Gerasi Nusa dengan memberikan buku tulisan tangannya sendiri yang bertuliskan Fort Malayo TO Oranje kepada peserta yang hadir,” ucap Masayu.
Sementara itu, Kadis Kebudayaan Ternate, Rinto Thaib yang membuka acara pagelaran seni sastra ia menyampaikan bahwa negara yang besar adalah negara yang menghormati jasa para pahlawan. Adapun kalimat penyair yang di kutip kadis kebudayaan; jika bangsa ini di jajah maka hanya ada satu kata “lawan”. (Yusman Leko)