Haltim, JNewstv.con — Koordinator Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Bergerak (AMBRUK) Desa Fayaul mendesak Pemkab Halmahera Timur turun tangan. Ia mengkritik Pemda yang dinilai belum berpihak pada warga terdampak dugaan pencemaran jeti PT Jaya Abadi Semesta, Sabtu (25/4/2026)
“Sudah 156 hari kami bersuara. Yang kami hadapi hanya diam, baik perusahaan maupun pemerintah. Sementara warga terus rugi,” tegas Koordinator AMBRUK.
Sedikitnya 59 pembudidaya rumput laut Fayaul kehilangan mata pencaharian akibat kerusakan pesisir yang diduga dipicu aktivitas jeti PT JAS. “Laut sumber hidup kami sudah tak bisa diandalkan. Ini soal keberlangsungan hidup,” ujarnya.
Sebagai protes, warga memboikot aktivitas PT JAS selama 3 hari. Aksi itu peringatan atas sikap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif. “Kami akan boikot hingga tuntutan dipenuhi,” katanya.
AMBRUK mendesak Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD Haltim turun ke lokasi jeti PT JAS untuk melihat kondisi dan mengambil langkah tegas. “Kami tidak butuh janji. Kami butuh kehadiran dan tindakan nyata. Pemerintah harus bersama rakyat,” tegasnya.
Jika Pemda tak merespons, warga ancam mogok makan. “Ini simbol bahwa ketika mata pencaharian hilang, sumber makanan pun hilang,” ujarnya.
Menurutnya, sikap diam Pemda dimaknai sebagai ketidakhadiran negara. “Kalau pemerintah tidak datang, jelas negara tidak hadir untuk rakyatnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, Pemkab Haltim dan manajemen PT JAS belum memberi tanggapan. Upaya konfirmasi via WhatsApp pihak perusahaan belum memerikan keterangan.
Ichky
