Site icon JNewstv.com

Holywings Versus Jogokariyan Model Kreativitas Taqdir Tuhan

Catatan Tercecer RR ke-42, Juli 2022

JNewstv.Com | Jakarta

Sayap Suci, sebagai terjemahan bebas Holywings, sudah tidak suci lagi. Pasalnya iklan promo gratis minuman keras beralkohol alias Minol-nya menyeret-nyeret manusia-manusia suci bagi umat beragama Nusantara: Muhammad & Maria.

Kegeraman kalangan Islam dan Kristiani ditumpahkan dalam sejumlah laporan polisi terkait penistaan agama, dan ajuan gugatan ke Pengadilan Negeri dengan ganti rugi senilai Rp 35,5 trilyun & Rp 100 milyar dikompensasi membangun rumah ibadah semua agama & Baznas.

Nama Muhammad & Maryam pun menjadi iklan bagi masjid ikonik Jogjakarta yaitu Jogokariyan. Bagi kedua nama bersangkutan diberikan cenderamata asalkan ikut Shalat Subuh berjamaah. Hadiah berupa tumbler, peci batik, voucher, buku, kaus & merchandise khas masjid Jogokariyan.

“Alhamdulillah, pagi ini Masjid Jogokariyan ramai sekali… sejak shalat shubuh berjamaah, sampai pasar rakyat pagi yang tumpah ruah,” ungkap Takmir Masjid Jogokariyan melalui unggahan di akun Instagram-nya, Ahad (27/6/2022).

Holywings memang milik konglomerasi, bukan pemerintah. Juga, Masjid Jogokariyan yang dikelola takmir itu milik umat Islam yang bersyahadat; bukan pemerintah. Keduanya menjadi fenomenal ketika berkreasi promo: Holywings menarik pengunjung berfoya-foya ala dunia, sedangkan Jogokariyan menarik jamaah beribadah ala akhirat.

Yups, foya-foya ala Holywings terasakan indah sesaat dengan menguras kocek memindahkan pundi-pundi hasil keringat memasuki saku-saku segelintir pemilik rumah kesenangan dunia. Sebaliknya, foya-foya sedekah ala Jogokariyan terasakan nikmat ketenangan batin dengan berbagi kepada sesama.

Surga & Neraka memang terkandung dalam kitab-kitab suci Samawi atawa asal Langit disebut Zabur, Taurat, Injil, & Al-Qur’an; terkorelasi dengan asal muasal Nabi Adam AS, Iblis, Malaikat-malaikat, dan Kiamat. Ujungnya, semua manusia dihisab, ditimbang amal baik & buruk; apakah membersamai para Nabi di Surga ataukah menemani Iblis di Neraka.

Dan hanya Al-Qur’an, yang diyakini penulis bersama mukmin lain, bahwa Firman Allah menyeru kepada Manusia, Orang Beriman, dan Makhluk Berakal. Juga Kalamullah itu mengategorikan Manusia dengan Kaum Beriman, Kalangan Kuffar, dan Orang Munafik.

Kisah penciptaan Nabi Adam AS, konon, Iblis pernah protes kepada Sang Khalik. Iblis yang berasal dari Api menolak “perintah” Sang Pencipta untuk sungkem kepada manusia pertama terbuat dari Tanah. Sampai akhirnya Allah SWT menerima permohonan Iblis untuk menunda siksaan Neraka sampai Kiamat agar bisa membersamai anak-cucu keturunan Adam AS.

Al-Qur’an pun mencatat banyak penyesalan manusia kuffar & munafik dengan kalimat, “Kalau tahu bakal (disiksa) begini tentulah kami mengikuti Nabi & Rosul, bukan sesembahan selain Allah SWT yang dibisiki Iblis Laknatullah.” Padahal, sesalan manusia berdosa itu dibantah Iblis bahwa semua itu kemauan mereka sendiri dan bukan paksaan. Wallahu’Alam Bisshowab. ***RR

Penulis : Rinaldi Rais, Wartawan Al-Faqir,

Exit mobile version