Sementara korban luka ringan bernama Novian warga asal Manado. Untuk korban atas nama Bayu Hendra Togo asal desa Fritu Kecamatan Weda Utara sampai saat ini belum di temukan dan hingga kini masih dalam Proses pencarian menggunakan alat berat.
Terkait dengan kasus naas yang menimpa empat orang karyawan tersebut Felix Sulangi 38 tahun yang bekerja sebagai Driver DT Nomor 75, Simson Bangoa umur 49 tahun sebagai opertaor Grider dan Lukman Balahanti 42 tahun asal Sulawesi Tengah sebagai Pengawas.
Kronologis kejadian awalnya sekira pukul 03.00 wit dini hari, bertempat di lokasi kerja kilo meter 15 (gunung moro-moro) Area tambang Nikel PT. Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) Sepo Kecamatan Weda Utara, telah terjadi insiden pergeseran tanah (longsoran) pada saat para pekerja shif malam dari subkontraktor Bahana Selaras Alam dan Getsemani Indah sedang melaksanakan pengerjaan pengerukan matrial tanah (Biji nikel/ORE) tiba-tiba saat aktivitas berlangsung, terjadi pergeseran tanah dari bekas pengerukan bertebing, sehingga menyebabkan 4 (empat) orang pekerja menjadi korban akibat pergeseran tanah tersebut.
Selain 4 orang korban, terdapat 7 buah alat berat yang terbawa timbunan tanah longsor itu, diantaranya 5 buah Exavator, 1 buah Grider dan 1 Buah Dum Truck Nomor 75.
Langkah- Langkah yang telah di ambil pihak Kepolisian Reskrim Halteng dan pihak perusahan pukul 12.30 wit Kapolres Halteng AKBP Andri Hariyanto bersama Kasat Reskrim Iptu Effan Sulaiman dan Kasat Intelkam AKP Alex Djangu mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meninjau langsung lokasi insiden.
Dalam aktivitas pencarian itu pihak perusahan telah mengakomodasi para koban meninggal dunia untuk di makamkan ke kampung halaman masing-masing. (Ode)