Site icon JNewstv.com

Kegiatan GEMAPATAS 1 Juta Akan Dicatat Museum Record Dunia Indonesia 

JNewstv.Com | Ternate -Malut

Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) secara masif dan nasional yang rencananya akan di laksanakan pada tanggal 3 Februari 2023 nanti akan di catat oleh Musium Record Dunia Indonesia (MURI) dengan pemasangan satu juta bidang tanda batas yang di lakukan seluruh Indonesia dalam satu hari.(30/01/23)

Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Provinsi Maluku Utara (Malut), Abdul Azis di ruang kerjanya kepada media mengatakan pemasangan satu juta tanda batas yang dilakukan secara masif dan cukup fenomal ini serta pertama kali di lakukan dengan harapan dapat terakselerasi kegiatan pendaftaran tanah, sertifikasi tanah baik milik masyarakat, milik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi, maupun kabupaten/kota.

” Harapannya dapat mempunyai kekuatan hukum tetap baik subjeknya maupun objeknya dan datanya serta proses tata ruangnya sehingga akan menjamin atau mendukung kemudahan berinvestasi yang akan meningkatkan kemudahan melakukan bisnis /usaha ( EODB = Easy Of Doing Bussiness),” ucapnya.

Kakanwil Abdul Azis menjelaskan bahwa untuk provinsi Maluku Utara ini sudah cukup signifikan dalam berinvestasi.

” Yang perlu di garis bawahi jika tanahnya sudah bagus terdaftar dan administrasi tertib mestinya pendapat daerahnya naik secara signifikan dari pajak PPHTB, pajak PBB dan pajak PPh meningkat. Gemapatas ini adalah kegiatan awal yang sebetulnya kewajiban dari masyarakat karena tingkat kesadaran masyarakat di provinsi Malut ini relatif perlu ditingkatkan di bandingkan dari daerah lain khususnya Indonesia bagian Barat dan Tengah, sehingga harus diakselarasi dan didukung oleh pemerintah daerah provins , kabupaten/daerah dan Forkopimda bahwa program presiden ini tidak main -main,” ujarnya.

Hal senada juga diterangkan kepala bidang survei dan Pemetaan, Taufik Harianto bahwa program pemasangan satu juta tanda batas yang di laksanakan secara serentak ini, kanwil ATR/BPN Provinsi Maluku Utara ini mendapat data dari pusat minimal 4000 pemasangan tanda batas namun atas kesediaan kepala kantor kabupaten /kota yang ada di Provinsi Malut akan memasang 5600 patok dan di pusatkan pada kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.

” Dalam kegiatan tersebut kami akan mengundang gubernur dan Forkopimda serta walikota Ternate juga Forkopimda sekaligus masyarakat yang akan dipatok tanahnya,” terangnya.

Lanjut Kabid, untuk kantor pertanahan kabupaten/kota yang ada di Malut juga melaksanakan kegiatan yang sama di wilayahnya masing-masing.

” Data pemasangan patok tapal batas di masing – masing Kantah kabupaten/ kota yakni Halut 1600, Halteng 200, Haltim 1100, Ternate 200, Tidore 150, Halsel 1500, halbar 640 , Morotai 140,sula 100 dengan total 5600 patok tapal batas yang akan dilaksanakan serentak dan akan di catat MURI,” tutur Taufik Harianto.

Tambah kabid, dengan pemasang patok tapal batas secara serentak ini yang terpenting ada tiga hal dapat tercapai yakni yang pertama menghindarkan sengketa, kedua menghindarkan dari mafia tanah serta yang ketiga adalah mempercepat pelaksanaan pendaftaran tanah.

” GEMAPATAS ini tidak berakhir pada waktu pelaksanaan yang pusatnya di Cilacap oleh menteri ATR/kepala BPN tersebut namun selanjutnya pada agenda yang lain bisa melakukan bersama masyarakat dengan sendirinya,” tutup Taufik. (Red)

Exit mobile version