
JNewstv | Halmahera Selatan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Halmahera Selatan mulai berdampak serius terhadap aktivitas nelayan setempat.
Para nelayan mengalami kesulitan melaut akibat terbatasnya pasokan bahan bakar.
Kesulitan Mendapatkan BBM
Badarun Umar (42), nelayan bagang asal desa Bajo kecamatan kepulauan Botang Lomang, mengatakan hampir seluruh warung di wilayahnya kehabisan persediaan Pertalite.
“Untuk mendapatkan BBM, kami harus ke Labuha, dan belum tentu mendapatkannya,” ujarnya kepada JNewstv, Kamis (5/12/2024).
Menurutnya, kelangkaan BBM sangat mengganggu aktivitas penangkapan ikan, terutama bagi nelayan bagang yang membutuhkan bahan bakar untuk menghidupkan mesin lampu.
“Tanpa bahan bakar, kami tidak bisa menghidupkan mesin lampu untuk menangkap ikan,” tambah Badarun.
Dampak Ekonomi
Ono, nelayan dari Desa Batutaga, mengungkapkan dampak langsung dari kelangkaan BBM.
“Jika tidak melaut, kami tidak punya penghasilan sama sekali,” katanya.
Kondisi ini berpotensi menurunkan pendapatan keluarga nelayan yang sudah terbatas.
Para nelayan berharap Pemerintah Halmahera Selatan, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), segera mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan BBM.
Mereka membutuhkan jaminan pasokan bahan bakar untuk dapat melanjutkan aktivitas mencari nafkah.
Hingga berita ini ditulis, pihak Pemda Halmahera Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait persoalan kelangkaan BBM yang dialami para nelayan.
(Red/ifan)*