Site icon JNewstv.com

Khalik Si Kader JKN yang Pantang Menyerah

JNewstv.com | Ternate.
Menjadi Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidaklah mudah, respon yang diterima seorang Kader JKN dari masyarakat sangatlah beragam, ada respon positif dan tidak sedikit pula respon negatif. Hal ini merupakan tantangan yang dihadapi Khalik Makfud, seorang Kader JKN Kantor Cabang Ternate di wilayah Halmahera Utara.

Khalik biasa ia disapa, telah menjadi Kader JKN sejak bulan Juni 2018. Awal ia menjadi Kader JKN ia merasa tidak percaya diri karena tantangan yang ia hadapi dirasa sangat berat untuk mengedukasi peserta untuk membayar iuran JKN-KIS. Tetapi setelah mendapat pelatihan-pelatihan dan belajar dari pengalamannya, kini ia merasa percaya diri untuk membantu peserta di wilayah Halmahera Utara untuk rutin membayar iuran.

“Saya terus belajar untuk menghadapi tantangan yang saya hadapi di lapangan, mendapat respon yang kurang baik dari peserta sudah biasa saya terima karena mereka beranggapan saya sama seperti  Debt Collector. Oleh karena sebelum saya mengedukasi peserta untuk rutin membayar, saya mengedukasi terlebih dahulu kalo saya bukanlah Debt Collector. Butuh waktu cukup lama untuk membuat pemahaman mereka terhadap Kader JKN, setelah mereka paham saya sedikit demi sedikit baru mengedukasi peserta akan pentingnya JKN-KIS, bagaimana manfaat yang diberikan serta konsep gotong royong yang menjadi konsep utama dari JKN-KIS” tutur Khalik kepada Jnewstv.com. (02/12)

Selain dianggap sebagai Debt Collector Khalik juga sering ditolak karena kemauan peserta untuk membayar sangat rendah, mereka masih beranggapan jika tidak sakit mereka tidak mau membayar iuran, bahkan meskipun Khalik sudah menggunakan tutur bahasa yang baik tetap saja ia mendapat penolakan dari Peserta.

Khalik tidak pernah berputus asa, ia tetap berpegang teguh komitmennya untuk menjadi Kader JKN yang baik sehingga ia terus berupaya mengedukasi peserta, Khalik juga selalu memberikan nomor handphonenya kepada peserta yang ia edukasi.

“Setiap selesai sosialisasi saya selalu memberikan nomor handphone saya kepada masyarakat, apabila ada butuh bantuan atau informasi mengenai JKN-KIS.” tambah Khalik.

Selama menjadi Kader JKN Khalik banyak sekali mendapat pengalaman yang menarik, salah satunya adalah saat ia mengedukasi peserta yang bekerja sebagai petani pala. Saat itu peserta yang sudah mau membayar tunggakan akan tetapi ia tidak memiliki cukup uang, sehingga ia memohon kepada Khalik untuk membayar tunggakan dengan buah pala.

“Saat itu beliau menyanggupi untuk membayar akan tetapi uangnya kurang sehingga ia meminta saya untuk membayar dengan buah pala. Saya tertegun mendengar permintaan beliau, akhirnya saya membantu beliau menjualkan palanya di pasar,“ ungkap Khalik menutup perbincangan.(Fudin/red)

Exit mobile version