
JNewstv.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melakukan upaya pemberantasan korupsi. Kali ini, lembaga antirasuah itu menyasar Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Tim khusus KPK siap menggelar operasi mendadak untuk membedah kinerja dan tata kelola pemerintahan daerah tersebut.
Ketua Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Wilayah V KPK, Abdul Haris, membenarkan rencana aksi ini.
“Nanti kita lihat saja, apakah kinerja dan tata kelola pemerintahan di Halmahera Selatan berjalan baik atau tidak,” ujar Abdul Haris, Jumat (27/9/2024).
Operasi yang dijadwalkan pada 13-14 Oktober 2024 ini bukan sekadar kunjungan biasa.
KPK akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemerintahan Halsel.
Langkah ini menurut Abdul Haris merupakan bagian dari strategi KPK untuk mencegah korupsi di daerah-daerah yang dianggap berisiko tinggi.
“Kami akan periksa semuanya. Dari penggunaan anggaran hingga pelaksanaan program pemerintah,” tegas Abdul Haris.
Akademisi Universitas Nurul Hasan (Unsan), Maulana MPM Djamal Sjah, menjelaskan bahwa aksi KPK ini sejalan dengan wewenang lembaga tersebut.
“Supervisi adalah hak KPK untuk mengawasi, memantau, dan mengevaluasi penanganan tindak pidana korupsi,” jelasnya.
Maulana menambahkan, Ini bukan hanya soal menangkap koruptor. KPK juga punya peran besar dalam pencegahan.
Meski belum diketahui detail temuan yang mungkin akan terungkap, kehadiran KPK di Halsel dipastikan akan menggelontorkan efek jera.
Pemkab Halsel kini berada dalam sorotan tajam lembaga antirasuah.
“KPK bisa memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem. Bahkan jika ditemukan indikasi pelanggaran, tidak menutup kemungkinan akan ada tindakan hukum,” tambah Maulana.
Masyarakat Halsel kini menanti dengan was-was. Akankah operasi KPK ini membongkar ‘borok‘ yang selama ini tersembunyi, atau justru membuktikan bahwa pemerintahan daerah bersih dari praktik korupsi?
Satu hal yang pasti, masyarakat kini tertuju ke pengelolaan birokrasi di Halmahera Selatan.