JNewstv.com | Jakarta – Pasar jam tangan mewah Indonesia semakin semarak dengan hadirnya Kronometry, butik yang menampilkan koleksi jam tangan mewah dari berbagai merek ternama asal China. Bukan sekadar jam tangan biasa, Kronometry menawarkan desain unik dan inovatif yang membedakannya dari merek-merek lain. Grand opening butik pertama Kronometry di Asia Tenggara, berlokasi di Puri Indah Mall 2, Jakarta Barat, menarik perhatian para pecinta jam tangan dan kalangan selebriti.
Direktur Brand Kronometry, Andy Susanto, menjelaskan bahwa Kronometry hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar akan jam tangan mewah dengan desain yang berani dan berbeda. “Kami tidak hanya menjual jam tangan, tetapi juga sebuah statement,” ujar Andy. Koleksi Kronometry, dengan rentang harga Rp 10 juta hingga Rp 80 juta, menawarkan beragam pilihan yang caters to berbagai selera.
Salah satu daya tarik utama Kronometry adalah keberagaman merek yang ditawarkan, termasuk:
– Atowak (Rp 10-40 juta): Bagi mereka yang menyukai desain futuristik dan eksperimental, Atowak adalah pilihan tepat. Model-model seperti Windows Pro dan Spaceship menawarkan sentuhan unik yang jarang ditemukan di merek lain.
– Lucky Harvey (Rp 15-31 juta): Menawarkan desain playful dan detail yang rumit, Lucky Harvey cocok bagi mereka yang ingin tampil beda dengan sentuhan artistik dan mewah. Miniatur naga dan manik-manik emas pada seri Dragon Automatic Watch menjadi daya tarik utama.
– Cronus Art (Rp 10-60 juta): Mencari jam tangan mewah dengan desain klasik dan elegan? Cronus Art menggabungkan inspirasi desain Swiss dengan sentuhan modern, cocok untuk berbagai kesempatan dan gaya.
Kronometry menargetkan konsumen muda yang stylish dan percaya diri, yang menghargai desain unik dan kualitas tinggi. Dengan hadirnya Kronometry, konsumen Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengekspresikan gaya pribadi mereka melalui jam tangan mewah berkualitas tinggi. Ketersediaan secara online dan di butik Puri Indah Mall 2 Lt. 1, Jakarta Barat, memudahkan akses bagi para pecinta jam tangan untuk mendapatkan koleksi impian mereka. (Monmon)
