JNewstv.com, Halmahera Barat – Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menjadi saksi dari sebuah kegiatan penting pada Kamis (25/04). Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., LL.M, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan RI, bersama rombongan hadir dalam agenda penanaman bibit mangrove dan pelepasan tukik. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 15.13 WIT ini juga melibatkan sejumlah tokoh penting daerah dan nasional.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
- Herry Ahmad Pribadi, S.H., M.H (Kajati Malut)
- Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H (Wakajati Malut)
- James Uang, S.Pd., M.M (Bupati Halbar)
- Drs. Julius Marau, M.Si (Sekda Halbar)
- Fahri, S.H., M.H (Kajari Halbar)
- AKBP Teguh Patriot, S.I.K., M.T (Kapolres Halbar)
- Ibnu Saud Kadim, S.E (Ketua DPRD Halbar)
- Lettu Inf. Yus Budi Harto, Amd. Kes (Danramil Jailolo 1501/04, mewakili Dandim 1501/Ternate)
- Yoram Uang (Anggota DPRD Halbar)
- Hilman Malik (Kepala Desa Tuada)
- Para kepala OPD Pemkab Halbar, tokoh masyarakat, agama, dan adat.
Dalam sambutannya, Bupati Halbar James Uang menyampaikan apresiasi atas kehadiran JAM-Intel dan rombongan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan di tengah ancaman kerusakan pesisir dan laut Halmahera Barat.
“Kegiatan hari ini memiliki makna penting: bagaimana kita menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk menjaga alam kita. Saya mengajak masyarakat terus menanam, menjaga, dan melestarikan lingkungan demi kebaikan generasi mendatang,” ujar James.
Sementara itu, Prof. Reda Manthovani menegaskan bahwa penanaman mangrove dan pelepasan tukik adalah simbol komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Mangrove dan tukik adalah simbol harapan masa depan lingkungan kita. Mari bersama-sama menjaga alam sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Kegiatan ini menegaskan sinergi antara Kejaksaan RI, Pemkab Halbar, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Dukungan JAM-Intel diharapkan mampu mendorong Pemkab Halbar menjadikan program pelestarian lingkungan sebagai agenda strategis lintas sektor.
Namun, untuk memastikan keberlanjutan program ini, dibutuhkan langkah konkret seperti monitoring, pengawasan, hingga pembentukan kelompok masyarakat peduli mangrove. Dukungan regulasi daerah dan pengawasan terpadu juga menjadi kunci agar upaya pelestarian benar-benar memberi manfaat nyata bagi masa depan Halmahera Barat.
(Red/Aldy)
