HALMAHERA TIMUR, JNewstv.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mengungkap lima faktor utama penyebab banjir yang melanda Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo, Kecamatan Maba Tengah. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan langkah penanganan secara menyeluruh melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Halmahera Timur, , Rabu (8/7/2026).
Rapat koordinasi digelar sebagai tindak lanjut Keputusan Bupati Halmahera Timur Nomor 188.45/362/55/2026 tentang Pembentukan Tim Observasi dan Verifikasi Penanganan Banjir di Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo. Tim lintas organisasi perangkat daerah tersebut melibatkan Dinas Perkim, Dinas PUPR, Inspektorat Daerah, BP4D, dan BPBD.
Dalam arahannya, Bupati Ubaid Yakub menegaskan bahwa seluruh kebijakan penanganan banjir harus didasarkan pada hasil observasi dan data lapangan agar solusi yang diambil tepat sasaran.
“Hari ini kita berkumpul untuk mencari solusi yang konkret berdasarkan data hasil observasi dan investigasi yang telah dilakukan tim di lapangan. Saya berharap rapat ini dapat membangun kesepahaman bersama dalam melihat persoalan secara lebih komprehensif, sehingga langkah penanganan dan penyelesaian banjir dapat dilakukan secara terukur, efektif, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ubaid.
Rapat tersebut turut dihadiri Direktur PT Kirana Cakrawala, Direktur Utama BUMD Halmahera Timur, Camat Maba Tengah, Kepala Desa Maratana Jaya, Kepala Desa Dorolamo, serta seluruh OPD teknis yang tergabung dalam tim observasi.
Sementara itu, Ketua Tim Observasi dan Verifikasi, , memaparkan hasil investigasi yang mengungkap lima penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Kelima faktor itu meliputi tingginya intensitas curah hujan di wilayah Maba Tengah, kondisi geografis kedua desa yang berada di kawasan cekungan sehingga rentan tergenang, menurunnya kapasitas kanal, drainase, dan saluran air, adanya tiga titik longsor di sekitar aliran Sungai Ake Marimba yang menghambat aliran air, serta pembukaan kawasan hutan dan aktivitas produksi kayu oleh pihak perusahaan.
Selain melakukan observasi kawasan terdampak, tim juga diberi mandat melakukan pemeriksaan teknis terhadap aktivitas perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Maba Tengah. Evaluasi dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko banjir, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor apabila diperlukan penanganan khusus.
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur akan menyusun strategi penanganan banjir yang lebih komprehensif melalui sinergi lintas sektor. Langkah tersebut mencakup evaluasi infrastruktur, perbaikan tata kelola lingkungan, hingga peninjauan aktivitas perusahaan di sekitar wilayah terdampak.
Bupati Ubaid berharap hasil rapat koordinasi ini melahirkan kebijakan yang konkret, terukur, serta mampu menjawab kebutuhan penanganan banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi yang menyeluruh agar masyarakat Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo dapat kembali merasakan keamanan dan kenyamanan dari ancaman banjir yang terus berulang,” tutupnya.
Ichky
