Site icon JNewstv.com

LL Dikti & BNNP Malut teken PKS, Kampus Resmi Jadi Garda Terdepan Lawan Narkoba

JNewstv.Com | Ternate (Malut) – Ancaman narkoba kini tidak lagi berada di jalanan atau tempat-tempat tersembunyi. Bahaya itu telah merangsek masuk ke lingkungan kampus, menyasar mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa.

Menyadari ancaman tersebut, perguruan tinggi negeri dan swasta se-Maluku Utara bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara menyatakan komitmen kuat untuk menjadikan kampus sebagai benteng utama pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Komitmen ini ditunjukkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LLDIKTI Wilayah XII dan BNNP Maluku Utara tentang implementasi dan dukungan Program P4GN di lingkungan perguruan tinggi swasta se-Maluku Utara, bertempat di Aula UMMU Ternate pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam sesi utama, Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Maluku Utara, Drs. Hairuddin Umaternate, M.Si, berkesempatan memaparkan materi bertajuk “Strategi Kampus sebagai Early Detection System dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.”

Di kesempatan ini, Hairuddin menyampaikan fakta bahwa ancaman narkoba tidak lagi berada di luar pagar kampus. Dengan nada penuh keprihatinan, Hairuddin mengingatkan bahwa tahun 2026 menandai usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Waktu menuju Indonesia Emas dan peringatan 100 tahun kemerdekaan tinggal beberapa langkah lagi apakah generasi muda atau mahasiswa yang menjadi calon pemimpin bangsa mampu bertahan.

“Kalau generasi muda kita hancur oleh narkoba, maka masa depan bangsa ikut terancam,” tegasnya.

Hairuddin juga menekankan bahwa dosen, pimpinan kampus, dan seluruh sivitas akademika memikul tanggung jawab moral untuk menjaga mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa agar tetap sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba.

Peredaran narkoba kini semakin masif dan memanfaatkan berbagai jalur modern. Media sosial digunakan untuk transaksi tersembunyi, sementara jalur laut dan perusahaan jasa pengiriman terus dimanfaatkan oleh jaringan pengedar. Modus-modus ini telah berulang kali berhasil diungkap oleh BNNP Maluku Utara.

Hairuddin juga menyoroti dampak kehadiran perusahaan tambang yang memicu perputaran uang dalam jumlah besar. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh bandar untuk membangun shadow economy atau ekonomi senyap di sekitar kawasan tambang.

Tak hanya itu, ancaman narkoba jenis baru juga semakin mengkhawatirkan, seperti tembakau gorila dan vape yang diisi cairan etomidate, yang tampak biasa namun dapat merusak masa depan penggunanya.

“Kampus harus menjadi benteng pertahanan, kampus tidak cukup hanya mencetak sarjana. Perguruan tinggi harus menjadi pusat pembentukan karakter, tempat lahirnya generasi yang berani menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegas Hairuddin.

Sebanyak 40 peserta yang merupakan para pengajar dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Maluku Utara mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Berbagai gagasan muncul, termasuk usulan penyuluhan rutin dan pelaksanaan tes urine bagi mahasiswa baru maupun calon wisudawan sebagai langkah deteksi dini menjadi pembahasan serius dalam forum ini.

Komitmen yang disampaikan dalam forum ini menjadi pesan kuat bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama dimulai dari ruang kuliah hingga lingkungan masyarakat.

Para peserta di forum akademisi ini sepakat dengan langkah kecil hari ini akan menentukan kualitas generasi dan menyepakat rencana aksi Pencegahan Narkoba dilingkungan Kampus sebagai langkah nyata menciptakan lingkungn kampus Bersinar menuju Maluku Utara Bersinar.(Red)

Exit mobile version