JNewstv com | Halteng
Dinas ketahanan pangan Kabupaten Halmahera Tengah(Halteng)membentuk satgas pangan yang terdiri dari. Dinas Ketahanan pangan, Dinas Perindakop dan UKM, BNPB, Badan Kesbangpol, Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol-PP, Polres Halteng, Kajari Weda dan Danramil Kecamatan Weda.Hal ini dikatakan oleh juru bicara (jubir) satgas pangan Halteng,Iptu Efan A Sulaeman kepada Jnewatv.com Via telepon.(27/03/20)
Iptu Efan A, Sulaeman yang juga kasat Reserse Kriminal Polres Halteng ini mengatakan bahwa wadah atau lembaga yang di bentuk ini dalam rangka untuk melakukan monitoring sembako yang ada di Halteng untuk memastikan ketersedian barang dan kestabilan harga dengan adanya wabah penyebaran covid – 19 ini. ” Saat ini hanya gula pasir harganya naik ,yang dulunya harga gula pasir dengan harga 15 ribu perkilo sekarang harga gula 20 perkilo,” ungkapnya.
Kasat reskrim Polres Halteng ini menjelaskan gunanya satgas pangan di bentuk untuk melakukan kontrol terhadap para pedagang sehingga tidak ada permainan harga sembako yang akhirnya membuat resah masyarakat Halteng. “Ketersedian stok sembako untuk Halteng masih berada pada titik aman, oleh karena itu masyarakat tidak perlu panik dan khawatir soal sembako ,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa satgas pangan dalam peninjauan sembako tersebut di lakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda, Arif Budiman, SH, MH, Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan SIK, Danramil Weda Kapten Inf Andi Purwanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Fatima Hasyim, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Ridwan Saliden, Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP, Halid Andisi dan Kaban Kesbangpol, Abdul Rachman Paputungan.” Mereka langsung turun ke pasar untuk menanyakan kepada para pedagang sembako tentang harga dan ketersedian barang ,”terang Iptu Efan.
Tambah dia ,satgas pangan tetap bekerja demi masyarakat untuk mengontrol sembako yang ada di Halteng sehingga harga tetap stabil dan normal seperti biasa. ” Pada saat ini satgas pangan melakukan monitoring kepada pedagang,Alhamdulillah tidak menemukan pedagang yang dengan sengaja untuk manikan harga sembako karena ada nya Covid-19 ,” tutupnya.(Kemal Swedya)