Site icon JNewstv.com

Masyarakat Desa Kupal Curiga Kadesnya Berbuat Curang Soal Proyek Pembangunan Drainase

JNewstv com | Halsel
Masyarakat Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel ) curiga atas kinerja Sanusi sebagai Kepal Desa (Kades), karena di duga berbuat curang pada proyek pembangunan drainase.Pasalnya drainase yang baru di bangun satu bulan lalu menggunakan dana desa itu kini kondisinya telah hancur alias roboh sepanjang 40 meter, (04/08/21)

Masyarakat Desa Kupal menduga drainase yang tidak dipadati timbunan disisnya menjadi alasan kuat ambruknya drainase. Dan Kades Kupal di duga menjual bahan galian drainase pada saat saluran drainase dalam proses penggalian. Padahal timbunan tersebut bisa di manfaatkan untuk padati sisi luar drainase untuk mencegah drainase tergerus air.

Beberapa warga saat di temui RMNews com diantaranya yaitu Erwin Lamena, Junaidi dan Dhika, mencurigai kadesnya di duga berbuat curang mengatakan bahwa mereka lihat pada saat pekerjaan drainase itu ada mobil truk yang keluar masuk bahkan sampai antri mengangangkut hasil galian dari drainase.

” Kami menduga kades menjualnya, padahal harus itu jadi timbunan disisi drainase agar tak roboh,” Warga setempat itu juga menduga ada yang salah dari pembuatan badan jalan desa. Warga sebut badan jalan dengan anggaran yang ada, tak wajar.

“Kami lihat waktu pekerjaan ada mobil bukan sedikit tapi puluhan banyaknya yang mengangkut hasil galian drainase. Saya menduga kades menjualnya” cetus Erwin Lamena.

Masyarakat menyebutkan bahwa “ selain drainase yg tak jelas pekerjaanya, ada bagian penggusuran badan jalan yang juga tak wajar dan tak sesuai anggaran” Jelas Dhika.

Erwin dan beberapa masyarakat meminta agar Kades Kupal segera di audit oleh pihak inspektorat. Hal ini karena banyak pekerjaan kades Kupal dari tahun ke tahun tak sesuai.

Sementara itu Kades Kupal Sanusi yang dikonfirmasi RMNews com menjelaskan bahwa dalam pembuatan drainase tidak ada anggaran penimbunan bagian dinding selokan. “Dalam pembuatan drainase (got) tidak ada anggaran penimbunan,” jelas Kades Sanusi sambil berjanji akan berkordinasi dengan BPD untuk menganggarkan anggaran penimbunan untuk dinding drainase yang bolong pada anggaran perubahan nanti. (RV/red)

 

Exit mobile version