
“Eporia para pencetus reformasi baru sebatas kebanggaan menggulingkan Orde Baru Era Presiden ke-2 RI Jenderal Besar (purn) Soeharto, tetapi tidak mampu menuntaskan makna sesungguhnya kemerdekaan sebuah negara bangsa seperti Nusantara,” ujar Direktur Gerakan Perubahan (Garpu) dalam Ngobrol Asyik Santai (Ngobras) bertema Pemimpin Masa Depan Berakhlak & Cerdas berbarengan pengukuhan Sohib Anies diketuai Audi Tanjung, di Jakarta.
Tepat perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, katanya, lebih banyak mempertontonkan ketimpangan-ketimpangan. Mulai ketimpangan sosial, penerapan hukum, hingga kebijakan-kebijakan pemerintah terkait ketenagakerjaan, korupsi, dan otoritarianisme ketimbang Demokrasi Pancasila.
“Ke depan, Bangsa Indonesia yang merdeka butuh pemimpin amanah, cerdas & berakhlak, serta memahami nilai-nilai karakter kebangsaan di Nusantara. Dan, sosok ini baru saya temukan dalam diri bapak Anies Baswedan,” urai ketua Asosiasi Holtikultura itu.
Hal senada diungkap budayawan Ridwan Saidi. Katanya, kepemimpinan sekarang ini belum mampu memahami apalagi melawan sindikasi internasional di bawah pengaruh Zionis Yahudi. “Padahal, mereka ketakutan dengan Negara Indonesia yang masih kuat keislamannya sehingga dibuat banyak cara bagaimana menghancurkannya. Termasuk kopat kopet ini, tetapi ironisnya para pemimpin yang ada membebek sehingga melupakan bahwa anak-cucunya bakal ikut merasakan keterjajahan itu,” ujar Babe Ridwan, yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu.
Deklarasi
Sebelumnya acara Ngobras Dialog Kemerdekaan RI 1945-2021, Muslim Arbi & Babe Ridwan Saidi mengapresiasi pengukuhan relawan Sohib Anies dilandasi keprihatinan sosial & ekonomi di bawah kepemimpinan dua periode (2014-2024) Presiden Joko Widodo.
“Indonesia butuh pemimpin bangsa sejati, bukan pemimpin pencitraan,” ujar budayawan Saidi. Sementara Direktur Garpu, Muslim Arbi mengajak anak bangsa untuk merasakan kembali “kemerdekaan” semasa Presiden Soekarno & Presiden Soeharto.
Menanggapi ini, Audi Tanjung menyatakan kesiapannya agar Sohib Anies bisa dijadikan wadah anak bangsa untuk mempersatukan dalam menemukan figur/sosok pemimpin kebangsaan yang cerdas berakhlak diawali perkuatan ekonomi keluarga & masyarakat sekitar.
“Mari sama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar Sohib Anies diberi kekuatan untuk merevitalisasi pembangunan anak bangsa, sesuai cita-cita Proklamasi & UUD 1945 asli, di bawah pemimpin yang amanah, cerdas berakhlak,” ujarnya didampingi Sekjen Ariefsyah Safrianto. (Nanda/red)