
Raymon Caniago, ketua panitia pelaksana Irsal sekretaris bendahara hi m taufik, pembagian daging hewan kurban, kepada JNewstv.com, Rabu kemarin mengaku, kegiatan yang rutin dilakukan keluarga besar Minang dalam merayakan Idul Qurban pada tahun-tahun sebelumnya, selalu dilaksanakan dibawah Ikatan Keluarga Minang (IKM), yang dipusatkan di Masjid Imam Bonjol Salero.
Namun karena semakin banyaknya sapi Qurban pemuda Perantau Minang, meminta agar kegiatan dilaksanakan dua lokasi yang berbeda dengan paguyuban baru di bawah IKM, maka kita kemudian bentuk P2M. “Jadi setelah dibentuk kepengurusan pada Januari 2021, seluruh pemuda Minang di Maluku Utara, Didukung penuh oleh Armon Sikumbang sebagai ketua pemuda (P2M) kemudian bergerak dan fokus melaksanakan kegiatan perdana pemotongan hewan qurban. Kita berhasil kumpulkan hewan qurban berupa sapi sebanyak 28 ekor, ini termasuk lumayan banyak dalam kegiatan perdana P2M,” kata Raymon.
Lanjutnya Raymon, lokasi pelaksanaan pemotongan hewan qurban, sengaja dipusatkan di lokasi pemakaman umum warga keturunan minang di kawasan Bukit Minang lingkungan Dufa-dufa Puncak, agar komunitas tahu bahwa agenda komunitas P2M juga punya program jangka panjang. “Jadi ini adalah langkah awal kegiatan P2M setelah dibentuk yaitu pembagian hewan qurban,” ucap Raymon.
Syahrul HS, dan M sukri penasehat P2M, dan juga Roni Yasril bersama Yulizar sebagai pembina penyumbang, hewan qurban juga datang dari Wakil Walikota Ternate, Kejati Malut serta bapak Ikbal Rurai. Kemudian untuk penerima daging qurban, tidak hanya diberikan kepada anak keturunan minang, tetapi juga warga masyarakat Kota Ternate yang berhak mendapatkan.
Harapnya Syahrul, “Tim kita dari P2M telah mendata penerima di beberapa kelurahan se-Kota Ternate, kemudian kita bagikan dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Kedepan kita berupaya agar pembagian daging qurban menjadi agenda tahunan komunitas P2M,” tutup Syahrul.(Ray)