Site icon JNewstv.com

Perkuat Struktur Akar Rumput, Sultan Jailolo Lantik Perangkat Adat Desa dan Penjaga Hutan

JNewstv.com, Jailolo – Kesultanan Jailolo secara resmi memperkuat struktur kelembagaan adatnya hingga tingkat desa melalui pelantikan sejumlah perangkat adat baru. Prosesi sakral ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, di Kedaton Kesultanan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, dengan dihadiri lengkap oleh unsur Bobato Dunia dan Bobato Akhirat.

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Sultan Jailolo dengan tujuan utama melakukan konsolidasi internal dan mempercepat penanganan dinamika sosial di tingkat lokal. Beberapa tokoh yang dilantik di antaranya adalah Agus Salim (Kapita Bugis Makasar), Lukman Sama (Kabo Bukubualawa), serta fungsionaris adat dari wilayah Goal Tubaru dan Akemahutu.

Prosesi Pelantikan Perangkat Adat Desa dan Penjaga Hutan Oleh Sultan Jailolo

 

Benteng Pertahanan Konflik dan Lingkungan

Dalam arahannya, Sultan Jailolo menegaskan bahwa perangkat adat di tingkat desa (soa) memiliki peran krusial sebagai deteksi dini konflik.

“Tujuannya agar setiap potensi gesekan adat dapat diselesaikan secara internal di tingkat desa sebelum eskalasinya meluas ke Kedaton,” tegas Sultan.

Salah satu poin penting dalam pelantikan ini adalah penegasan tugas bagi Fanyira Ake Mahutu yang secara khusus dimandatkan untuk menjaga hutan lindung di wilayah tanah adat. Langkah ini diambil guna memastikan sumber daya alam berbasis hak ulayat tidak dikelola secara ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Kehadiran perangkat lengkap seperti Jo Hukum (unsur pemerintahan adat) dan jajaran imam (unsur keagamaan) menunjukkan legalitas kuat secara struktur adat dalam pelantikan ini. Sultan juga mengisyaratkan adanya koordinasi erat dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, terkait rencana pelantikan susulan bagi 20 perangkat adat lainnya dalam waktu dekat.

Melalui penguatan struktur ini, Kesultanan Jailolo berkomitmen menciptakan harmonisasi antara hukum adat dan pemerintahan formal demi menjaga stabilitas keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Halmahera Barat.


(Aldy Ngofangare)

Exit mobile version