
JNewstv.com, Halut | Forum Kesatuan Aksi Kepala Desa Lingkar Tambang yang tergabung bersama ratusan warga masyarakat, menggelar aksi demo di depan pintu masuk PT. Nusa Halmahera Minerals (PT. NHM) selasa 25/07.
Akibat belum
juga merealisasikan apa yang menjadi tanggung jawab perusahan (red-PT. NHM) aksi masa yang berujung pada pembakaran pos pengamanan milik PT. NHM, dari Forum Kesatuan Aksi Kepala Desa Lingkar Tambang.
Sekitar 350 orang warga masyarakat lingkar tambang yang terdiri dari 84 desa melakukan aksi tersebut, memboikot aktifitas jalur keluar dan masuk ke perusahan, warga mengancam apabila pihak PT. NHM, tidak merealisasikan tuntutan mereka, maka akan ada aksi yang lebih besar lagi.
Fahri Yamin Kordinator lapangan (Korlap) mengatakan. “Bahwa kami selaku kepala desa dan masyarakat lingkar tambang merasa di bohongi oleh PT. NHM, dimana pada beberapa waktu yang lalu, kami sidah menandatangani kesepakatan pembayaran dana Komdev antara pemerinntah desa dan PT.NHM, yang di saksikan oleh Bupati, wakil bupati dan Kapolres, tapi sampai dengan saat ini belum juga di realisasikan”
“Kami akan memboikot segala aktifitas karyawan, kendaraan yang keluar masuk perusahan, dan kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi melibatkan seluruh komponen masyarakat yang berada di 84 desa, jika pihak perusahan juga belum memyelesikan tanggung jawabnya kepada masyarakat lingkar tambang.” tutur Fahri.
Rafik Basirun, menambahkan dalam orasinya mengatakan. “Bahwa sesuai dengan kesepakatan PT NHM pada bulan April 2019 lalu, bahwa pihak perusahan akan segera merealisasikan semua yang menjadi kesepakan bersama, namun sampai saat ini tidak sama sekali”
“Kami, Mendesak Pihak SP. PT. NHM untuk segera mencairkan anggaran PPM sesuai dengan kesepakatan pada tanggal 20 Maret 2019, Mendesak SP. PT NHM untuk segera mencairkan sisa dari dana mahasiswa untuk mahasiswa yang belum di cairkan sampai saat ini”
“Kami merasa di tipu oleh PT. NHM, oleh karena itu kami sampaikan kepada pemerintah Propinsi Maluku utara agar duduk bersamanuntuk menyelesaikan persoalan ini dan realisasi hak – hak masyarakat. jika tidak kami akan terus bertahan sampai tuntutan direalisasi,” Tutupnya. (Red)