Site icon JNewstv.com

PT STS Gandeng Warga Lingkar Tambang, Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Word Cleanup Day 2025

JNewstv.com | Halmahera Timur – Suasana berbeda terasa di tiga desa lingkar tambang pada Sabtu (20/9/2025). Warga Desa Pekaulang, Baburino, dan Waisumo turun ke jalan bersama karyawan PT Sambaki Tambang Sentosa (STS), mitra kerja, serta aparat Brimob dan Pamovit. Mereka kompak mengangkat kantong-kantong sampah dalam rangka Word Cleanup Day (WCD) 2025.

Kegiatan yang diinisiasi PT STS ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Halmahera Timur No. 007/165/09/2025, yang menyerukan semua pihak ikut serta dalam aksi peduli lingkungan global tersebut.

Humas PT STS, Ibrahim Gafur, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan bukan sekadar formalitas.

“Bagi kami, kegiatan ini adalah panggilan moral. PT STS hadir bukan hanya untuk menambang, tapi juga untuk menjaga ruang hidup bersama. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari kehadiran perusahaan, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Dari hasil kegiatan, terkumpul 12 kantong sampah dari Desa Pekaulang, 9 kantong dari Baburino, dan 9 kantong dari Waisumo. Seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) PT STS agar pengelolaannya lebih terkontrol.

Namun bagi PT STS, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya soal angka atau jumlah sampah, melainkan tentang kesadaran kolektif.

“Kami ingin menanamkan pesan bahwa lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama. Semangat kebersamaan ini jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir,” tambah Ibrahim.

Aksi bersih serentak ini juga menjadi wujud nyata dari pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT STS di bidang lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan kewajiban perusahaan sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Bagi PT STS, kepatuhan terhadap regulasi bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga komitmen etis dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

PT STS memastikan kegiatan serupa akan dilanjutkan di tahun-tahun mendatang, bahkan dengan cakupan lebih luas. “Kami berkomitmen menjadikan Word Cleanup Day sebagai agenda rutin perusahaan. Ke depan, partisipasi masyarakat akan terus diperluas agar kesadaran menjaga kebersihan menjadi budaya bersama,” kata Ibrahim menutup pernyataannya.

Dengan langkah ini, PT STS ingin membuktikan bahwa tambang dan lingkungan bisa berjalan beriringan. Industri yang identik dengan aktivitas ekstraktif justru bisa menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan di lingkar tambang.

Jurnalis: Ilham Husen

Exit mobile version