Informasi yang dihimpun menyebutkan dugaan keracunan makanan yang disantap pada acara perayaan Maulid Nabi yang dilaksanakan di Masjid Desa Kluting Jaya Sabtu, (09/11/2019) malam. Atas kejadian itu puluhan warga Kecamatan Weda Selatan dilarikan ke Puskesmas Wairoro Indah.
Informasi yang berkembang, usai menyantap hidangan saat acara itu membuat puluhan warga Desa Kluting Jaya mengeluhkan sakit perut. Buntutnya sekitar 25 warga yang terdiri dari orang dewasa serta anak-anak itu dilarikan ke Puskemas Wairoro Indah untuk mendapat pertolongan medis.
25 orang korban dugaan keracunan makanan itu diantaranya Herlina Ibrahim (36), Hafid (12), Azura (4), Markum (50), Ilias Karim (33), Naria (35), Artati (29), Ayu Elfida (26), Nikmanurhalisa (24), Nasir Saleh (29), Dewi Hi. Habel (40), Poniem (37), Yatimin (57), Rian Setiawan (10), Sumiati (32), Hariyadi (10), Ruslan Tamrin (30), Sitriani Bakri (30), Hales M. Nur (52), Maryam Marzuki (47),Risdayanti (16), Aliayasrin (13), Andrian (14), Nahrawi Sirajudin (34), Nurul Angraini (7).
Dari keterangan yang di peroleh dari sejumlah warga menyebutkan sekian jumlah undangan yang tersebar dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebanyak 300 bungkus makanan serta kursi yang tersedia sebanyak 150 buah, dalam penyediaan makanan adalah hasil swadaya masyarakat khususnya masyarakat Desa Kluting Jaya serta menu yang di hidangkan dalam bentuk nasi kotak yakni, Nasi, Mie goreng, Ayam kecap (ayam potong dan telur goreng (rebus).
Korban menyampaikan keluhan yang diderita yaitu sakit perut berat, sakit kepala, diare dan panas tinggi serta pada saat mengkonsumsi para korban belum mengalami keracunan. “Tanggal 10 November 2019 terdapat keluhan yang sama dari sejumlah orang dengan usia yang berbeda,” terang sumber yang enggan identitasnya disebutkan.
Atas kejadian tersebut tim tanggap dari Dinas Kesehatan Pemkab Halteng langsung menurunkan tim ke Weda Selatan untuk melakukan pengecekan. Hingga saat ini Dinkes masih mengadakan pengecekan laboraturium terhadap bahan sampel makanan untuk memastikan penyebabnya.
Terpisah Kadis Kesehatan Halteng Rijja Rajana, saat dikonfirmasi membenarkan ada laporan ada warga keracunan makanan. Menurutnya, Dinkes sudah menurunkan tim medis maupun dokter menuju lokasi.
Laporannya pada siang hari sebelum Sholat Dzuhur. “Begitu Kita menerima laporan, kita langsung menurunkan tim medis dan dokter kelokasi,” ucapnya.
Lanjut Kadis, Adapun jenis makanan kita belum pastikan. Namun, pihaknya sudah mengambil sampelnya untuk dibawa ke laboratorium. Begitu juga korban yang diduga keracunan masih kita data, ada yang masih berada di rumah maupun di puskesmas yang sementara dirawat tim medis dan dokter,” tandasnya.
Dinkes Halteng sudah menyiagakan satu mobil Ambulance di Puskesmas Wairoro, kalau ada yang emergency langsung dirujuk ke RSUD Weda. “Saat ini data korban diduga keracunan dan jenis makanan kita belum pastikan, begitu juga jenis makanan. “Semalam saya menuju puskesmas Wairoro Indah untuk melakukan pengecekan dan monitoring sejauh mana tindakan dan kondisi para korban,” akunya.
Sampai saat ini korban diduga keracunan yang berada di puskesmas Wairoro Indah, ada yang sedang dilakukan infus, ada juga yang rawat jalan. Nanti saya informasikan lagi setelah saya tiba di lokasi,” paparnya.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Halteng Iptu Effan Sulaiman saat dikonfirmasi tak menampik. “Sementara petugas Reskrim sudah berada di lokasi dan di puskesmas Wairoro Indah untuk mengambil data. Adapun jenis makanan dan para korban belum dipastikan jenis dan berapa korban, anggota masih melakukan penyelidikan,” tuturnya. (Ode/red)