HALMAHERA TENGAH, JNewstv.com – Membangun daerah yang aman dan damai membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran aparat keamanan. Kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh melalui kepengurusan baru Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Halmahera Tengah masa bakti 2026–2029 di bawah kepemimpinan Rosihan Anwar, M.T. Ali.
Rosihan resmi menahkodai organisasi Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat tersebut setelah dikukuhkan dan dilantik langsung oleh Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., M.H., di Aula Fagogoru Polres Halmahera Tengah, Kamis (5/11/2026).
Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperluas peran masyarakat dalam mendukung tugas kepolisian, sekaligus membangun pola kemitraan yang lebih dekat dengan lingkungan sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Halmahera Tengah Ahlan Djumadil, S.IP., Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Provinsi Maluku Utara Akmal Mustafa, S.Hi., Sekretaris Pokdarkamtibmas Provinsi Junaidi Abdul Rasyid, S.T., Sekda Halmahera Tengah Bahri Sudirman, S.H., M.Hum., unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Halteng, serta sejumlah undangan.
Dalam arahannya, Rosihan Anwar menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus mampu membangun kepercayaan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.
Ia menginginkan Pokdarkamtibmas tidak hanya dikenal sebagai organisasi kemitraan kepolisian, tetapi benar-benar hadir memberikan kontribusi melalui kegiatan sosial, pendekatan persuasif, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Pokdarkamtibmas harus mampu menggerakkan kesadaran masyarakat untuk saling menjaga, menghormati, dan menciptakan lingkungan yang aman,” menjadi pesan penting dalam komitmen kepemimpinannya.
Rosihan juga menempatkan falsafah Fagogoru sebagai salah satu kekuatan sosial dalam membangun persatuan masyarakat Halmahera Tengah.
Baginya, nilai persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghargai yang diwariskan leluhur harus terus dirawat sebagai modal membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Fagogoru bukan sekadar identitas, tetapi nilai kehidupan yang harus kita implementasikan. Melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan, kita dapat mencegah perpecahan serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Provinsi Maluku Utara, Akmal Mustafa, S.Hi., menaruh harapan besar terhadap kepengurusan baru di Halmahera Tengah.
Ia mendorong agar seluruh pengurus segera membangun konsolidasi organisasi hingga tingkat sektor, sekaligus memperkuat koordinasi dengan jajaran Bhabinkamtibmas.
Menurutnya, pemetaan wilayah dan pengenalan terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat sangat penting agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal.
Wakil Bupati Halmahera Tengah Ahlan Djumadil, S.IP., juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru tersebut. Ia berharap Pokdarkamtibmas mampu menjadi mitra pemerintah daerah dan kepolisian dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, aman, serta penuh rasa persaudaraan.
Menurut Ahlan, stabilitas keamanan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pembangunan. Sebab, lingkungan yang aman akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kegiatan sosial secara nyaman.
Di sisi lain, Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto menekankan bahwa kehadiran Pokdarkamtibmas harus dilandasi semangat pengabdian, bukan untuk mencari kewenangan ataupun melakukan tindakan di luar aturan hukum.
“Pokdarkamtibmas merupakan mitra strategis Polri, bukan pengganti tugas dan kewenangan kepolisian. Saya berharap seluruh anggota memahami batas kewenangannya, menjaga etika, menghormati hak asasi manusia, dan mengedepankan pendekatan humanis,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan agar seluruh anggota tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, intimidasi, maupun kekerasan dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Apabila menemukan dugaan tindak pidana atau gangguan keamanan, anggota diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum.
“Polri tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, saya berharap Pokdarkamtibmas dapat menjadi penghubung yang baik antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Bumi Fagogoru,” ujar Fiat Dedawanto.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat melalui pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah pengurus, penyerahan bendera pataka, penyematan lencana, serta penandatanganan berita acara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Tarian Lalayon oleh Sanggar Kabata dan foto bersama.
Dengan kepemimpinan Rosihan Anwar untuk periode 2026–2029, masyarakat kini menaruh harapan agar Pokdarkamtibmas Bhayangkara Halteng semakin aktif membangun kemitraan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tentang mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga tentang merawat persaudaraan, membangun kepercayaan, dan memastikan setiap warga merasa aman serta dihargai di tanah Fagogoru.
Ilham Husen
