Site icon JNewstv.com

SD Negeri 56 Kota Ternate Laksanakan Penutupan Pendampingan Sekolah Literasi

JNewstv.com | Ternate. Tubo kecamatan Kota Ternate Utara, Penutupan Pendampingan Sekolah Literasi yang di adakan pada hari, rabu 27 April 2022 di SD Negeri 56 Kota Ternate.

Kepala Sekolah Junianti Hasan, di tempat kerjanya menjelaskan, Program Peningkatan Literasi Sekolah pada SD Negeri 56 Kota Ternate ini juga sangat membantu siswa dan mempermudah guru dalam memberikan edukasi kepada siswa, Pengertian Literasi Sekolah adalah meningkatkan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Dalam kegiatan tersebut hadir Pemerintah  Kelurahan, orang tua murid serta masyarakat pada umumnya, Kegiatan ini juga turut hadir Lurah Kelurahan Akehuda, Sekretaris Lurah Tubo serta dewan guru dan tokoh masyarakat perwakilan 3 Sekolah Literasi.

Agenda Penutupan Literasi Sekolah turut hadir Walikota Ternate dalam hal ini di wakilkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Ternate Safia M. Nur, yang dalam penyampaiannya, bahwa Program Folp Internasional Study adalah studi yang diselenggarakan oleh organisasi Ford Economy Corporation Development yang melakukan survey internasional untuk mengukur tingkat Lieterasi siswa usia 15 tahun, seperti membaca, matematika dan sains.

Studi riset tidak hanya melaporkan hasil capaian literasi setiap negara prestasi serta aspirasi yang diperoleh dari data angket sekolah dan siswa yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali di Indonesia setelah mengikuti sejak tahun 2000.

Oleh karena itu penguatan literasi adalah kerja koorporasi antara pihak stak holder para penggiat dan semua level muda yang munculkan masyarakat yang netral pada tahun 2023.

Foto : Kegiatan Penutupan Pendampingan Sekolah Literasi

Dalam penyampaiannya tersebut ada pepatah yang disampaikan Safia M. Nur  “ Jika ingin Bercinta Pergilah ke Kampus jika ingin Cerdas Pergilah ke Perpustakaan”.

Hal ini juga disampaikan Kepala UPT, bahwa Sarana literasi sekolah mencakup perpustakaan, ruang sudut baca kelas. Perpustakaan menjadi pusat perhatian sekolah, Pengembangan dan penataan bagian penting dari pelaksanaan gerakan Literasi Sekolah pengelolaan pengetahuan yang berbasis pada bacaan. Harapannya adalah walaupun hari ini penutupan sekolah literasi akan tetapi harus berjalan terus menerus.

Koordinator Sekolah Literasi Andi Ahmadi menjelaskan Sekolah Literasi Indonesia adalah kerjasanama dompet dhuafa yang bergerak di bidang pendidikan, program pendampingan sekolah literasi ini tidak mebuka pendaftaran akan tetapi ada seleksi, pertama menentukan wilayah yang akan di jadikan program setelah ada wilayah baru dilakukan seleksi langsung dompet dhuafa.

Karena ini berhubungan dengan literasi jadi harus menentukan kriteria sekolah yang mempunyai niat dan semangat besar dalam pengembangan literasi bukan hanya siswa saja tapi juga dari guru yang sangat mendukung, karena sekolah literasi lebih mengutamakan pelatihan setelah dilakukan pelatihan tentang literasi pendampingan, dan selain itu juga ada fasilitas seperti buku baca sebagai media untuk meningkatkan minat baca anak.

Harapan kami untuk peningkatan program Literasi di SD 56 ini dapat menambah motivasi siswa dan guru, Literasi juga merupakan salah satu motifasi untuk merangsang minat baca anak dengan cepat terutama kelas satu dan dua sehingga Literasi sekolah ini harus di budayakan dengan memperhatikan fasilitas dan kebutuhan penunjang literasi,
Lanjut kepala sekolah Junianti Hasan diruangan kerjanya. (Sul)

Exit mobile version