HALTENG, JNewstv.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara Menggelar Kegiatan Audiensi dan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Hi. Salahuddin, Kantor Bupati Halmahera Tengah, Weda, Senin 12 Janwari 2026.
Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak di Halmahera Tengah dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Ia meminta peran aktif para kepala sekolah untuk turut mengedukasi para orang tua agar mendorong anak-anaknya tetap bersekolah.
Dalam Kegiatan Audensi Evaluasi Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji didampingi Wakil Bupati Halteng Ahlan Jumadil, Berasama Plt Kepala Dinas Pendidikan Halteng Muksin Ibrahim serta para Kepala Bidang lingkup Dinas Pendidikan memberikan arahan dalam kegiatan Audiensi dan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah.
Terkait tenaga pendidik, Bupati menegaskan bahwa kuota guru tidak tetap sudah tidak tersedia lagi sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun, pengangkatan kembali guru tidak tetap yang telah merupakan bentuk kebijaksanaan dan pertimbangan khusus dari Bupati dan Wakil Bupati demi keberlangsungan proses belajar mengajar.
“Setiap kebijakan bukan untuk menguntungkan perorangan, tetapi merupakan ketentuan yang harus kita jalankan bersama,” tegas Bupati
Takhan itu, Bupati Halteng juga memaparkan secara rinci terkait rasio antara guru dan murid dengan menampilkan tabel kebutuhan guru berdasarkan mata pelajaran di setiap sekolah. Ia menekankan bahwa perekrutan tenaga pendidik harus berbasis kebutuhan riil, bukan sekadar penambahan tanpa perhitungan.
“Untuk apa kita mengeluarkan biaya jika merekrut guru tidak sesuai kebutuhan. Karena itu hari ini kami mengumpulkan para kepala sekolah agar kita sama-sama menata kembali pola perekrutan guru,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan para kepala sekolah, Bupati menyebutkan bahwa pemerataan guru di seluruh sekolah masih belum merata. Oleh karena itu, penambahan guru ke depan akan dilakukan secara terukur dan gajinya akan dibayarkan langsung oleh Pemerintah Daerah.
“Format dan pola perekrutan tahun-tahun sebelumnya tidak lagi kita gunakan di tahun ini. Kita ingin semua bidang studi atau mata pelajaran memiliki guru, sehingga terjadi pemerataan di seluruh sekolah,” jelas Bupati.
Bupati Halteng mengajak seluruh kepala sekolah untuk menutup lembaran tahun-tahun sebelumnya dan bersama-sama membuka lembaran baru demi Halmahera Tengah yang lebih baik. Ia juga mendorong adanya komitmen bersama melalui kriteria dan parameter yang telah ditetapkan.
Melalui forum ini, para kepala sekolah diajak berdiskusi terkait penerapan rasio guru dan siswa sesuai PP Nomor 74 Tahun 2024, mengingat masih terdapat beberapa sekolah yang belum memenuhi perbandingan ideal antara jumlah siswa dan guru.
Selain itu, tenaga pengajar, kebutuhan tenaga pendukung seperti petugas keamanan sekolah, pramusaji, dan cleaning service juga menjadi perhatian dalam perencanaan kebutuhan sekolah, jabatan bendahara sekolah tidak boleh berasal dari guru, melainkan harus diangkat dari tenaga PTT tambahan.
Bupati Halteng Berharap seluruh kepala sekolah menyerahkan data kebutuhan guru berdasarkan mata pelajaran yang telah dipresentasikan paling lambat satu jam setelah kegiatan, data tersebut akan menjadi bahan evaluasi Bupati dan Wakil Bupati untuk menilai sejauh mana perekrutan tenaga PTT tambahan telah sesuai dengan rasio antara guru dan murid.
Sementara itu Bupati Halteng Menambahkan Kami membangun Rumah Layak Huni (RLH) juga sebagai upaya agar anak-anak kita bisa belajar dengan tenang dan layak. Cetusnya
Kita ingin semuanya transparan, terukur, dan benar-benar sesuai kebutuhan. Ini demi kualitas pendidikan Halmahera Tengah ke depan,” tutup Bupati.
Ilham Husen
