Site icon JNewstv.com

TEKAD Kecamatan Patani Utara Panen Perdana Cabai, Petani Harapkan Dukungan Pasar dari Pemda

HALTENG, JNewstv.com – Program budidaya cabai yang difasilitasi melalui Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu ditandai dengan panen perdana cabai oleh Kelompok Tani Woyo Myasang di Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Panen perdana yang berlangsung pada akhir Mei 2026 tersebut menjadi langkah awal keberhasilan program pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Foto Proses Panen Cabe Perdana dari Program TEKAD Kelompok Tani Woyo Myasang di Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Fasilitator TEKAD Kecamatan Patani Utara, Merlinda Kader, kepada JNewstv.com, Sabtu (30/5/2026), menjelaskan bahwa Program TEKAD difokuskan pada percepatan pembangunan ekonomi masyarakat desa melalui penguatan sektor produktif, salah satunya budidaya cabai.

“Program TEKAD merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi kampung secara terpadu. Kami berharap masyarakat desa semakin kreatif, produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor pertanian,” ujar Merlinda.

Kegiatan panen perdana tersebut turut dihadiri Kepala Desa Tepeleo, Lut Iskandar Alam, Penjabat Kepala Desa Bilifitu, Abdullah Muhammad, serta Kader Desa Julfitra Jumain.

Dalam kesempatan itu, para petani menyampaikan harapan agar pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dapat membantu membuka akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi pemasaran hasil panen cabai sehingga petani tidak lagi kesulitan mencari pembeli. Dengan adanya jaminan pasar, tentu semangat masyarakat untuk bertani akan semakin meningkat,” kata Merlinda menyampaikan aspirasi kelompok tani.

Pada panen perdana tersebut, kelompok tani berhasil menghasilkan sekitar 23 kilogram cabai dari total 3.500 pohon yang ditanam secara bertahap. Sistem penanaman berjenjang diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar sekaligus menjaga ketersediaan produksi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Program budidaya cabai di Desa Tepeleo dikelola oleh Kelompok Tani Woyo Myasang yang diketuai Jumain Talhad bersama 10 anggota kelompok. Mereka mengelola lahan seluas sekitar satu hektare dengan jumlah tanaman mencapai 3.500 pohon cabai.

Menurut Merlinda, pola tanam berjenjang dipilih sebagai strategi untuk menjaga kontinuitas hasil produksi. Dengan metode tersebut, masa panen dapat berlangsung secara bertahap sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

“Jika penanaman dilakukan secara bertahap, maka hasil panennya juga akan berjenjang. Ini sangat membantu dalam menjaga pasokan cabai di pasaran dan menghindari lonjakan maupun kekurangan produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti bahwa Program TEKAD mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa. Selain meningkatkan pendapatan petani, program tersebut juga diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya berbagai usaha produktif lainnya yang berbasis potensi lokal.

Melalui Program TEKAD, pemerintah berupaya mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri secara ekonomi, mampu mengelola sumber daya yang dimiliki, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.

(Ilham Husen)

Exit mobile version