
JNewstv.com | Jakarta.
Pengamat pekerja,Timboel Siregal menilai Seremonial Bulan K3 (Keselamatan Kecelekaan Kerja) merupakan suatu pemborosan saja. Karena masih meningkatnya kecelakaaan kerja yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Hal di ungkapnya kepada awak media. (13/01)
Timboel mengatakan hal tersebut dikarenakan lemahnya peran pemerintah Cq Kemenaker dalam menerapkan sanksi regulasi sehingga pengusaha kurang peduli terhadap kewajiban K3 karena dianggap mengurangi keuntungan.
” Adanya penghargaan K3 pada perusahaan nihil kecelakaan kerja bisa memicu tidak dilaporkannya kasus KK Kementerian Ketenagakerjaan mencatat peningkatan per tahun mulai 901 perusahaan pada 2017 menjadi 952 perusahaan (2018), dan 1052 perusahaan (2019) dengan 1.446 perusahaan telah menerapkan sistem manajemen K3 bersertifikat SMK3,” katanya.
Ia menjelaskan tentangl data BP Jamsostek (dh BPJS Ketenagakerjaan) yang menyebutkan 101.368 kasus KK dengan klaim Rp 833.44 miliar pada 2016, sebanyak 123.041 kasus KK diklaim Rp 971,62 miliar (2017), ada 173.415 kasus KK diklaim Rp 1.22 Triliun (2018), dan akhir September 2019 tercatat 130.923 kasus KK dgn klaim Rp. 1.09 Triliun.
“Adapun sektor yang berkontribusi besar terjadinya kasus KK adalah industri pengolahan sebanyak 50.358 kasus, perdagangan besar 9.559 kasus, transportasi dan pergudangan 2.694 kasus, tercatat hingga per akhir September 2019,” paparnya.
Timboel menerangkan bahwa pola pikir pengusaha terkait kasus KK adalah urusan BP Jamsostek wajib diubah, disamping itu pengawas ketenagakerjaan juga dipilih orang-orang yang peduli akan nasib saudara sebangsa sebagai pekerja.
” SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan Kecelakaan Kerja) menjadi sistem terintegral dengan sistem manajemen modern dan humanis,” tutupnya. (Harun/red)