
Mengakhiri tahun 2019 kali ini, pemkot Ternate mulai disibukkan dengan sejumlah kegiatan dalam rangka peringati Hari Jadi Kota Ternate yang ke-796 tahun. Seperti pada tahun sebelumnya, agenda persiapan hari jadi tersebut setiap tahunnya dibahas dalam sidang paripurna DPRD Kota Ternate, termasuk tahun ini. Persiapan agenda HJT ini pun dibahas dalam sidang paripurna istimewa yang digelar Senin, (30/12) pagi diruang Graha gedung DPRD Kota Ternate.
Dalam pidato walikota, Burhan Abdurrahman menyampaikan pentingnya peringatan HJT tahun ini sebagai ajang refleksi terhadap penyelenggaraan pemerintah, pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Karena secara objektif dalam usia 20 tahun pemkot sebagai daerah otonom dan dalam kurun waktu 769 tahun perjalanan panjang kota ini terdapat berbagai kemajuan dan keberhasilan diberbagai aspek, namun masih banyak permasalahan yang perlu dibenahi, misalnya pelayanan air bersih, pemerataan pelayanan kesehatan dan pendidikan, penataan infrastruktur perkotaan pada kawasan terpencil, masalah pengangguran dan permasalahan lainnya. Ini tentunya membutuhkan sinergitas maupun kemampuan untuk bersama-sama memajukan Ternate.
Lanjutnya, pada peringatan HJT kali ini, dilandasi dengan penguatan nilai-nilai identitas dan kearifan lokal sebagai sumber peradaban, maka thema yang disepakati adalah “Ternate Episentrum Peradaban Dunia”. Esensi penting dari thema tersebut kata Burhan, tidak terlepas dari latar belakang filosofis dan historis Ternate baik dalam konteks sebagai Kota Kesultanan dengan berbagai peran para sultan sebagai pejuang dan simbol moral masyarakat yang sarat dengan nilai kepahlawanan.
Sementara itu, untuk meramaikan HJT tahun ini, sejumlah lomba telah disiapkan panitia antara lain, lomba festival Kora-Kora, festival Tuna, Tour de Gamalama, Mancing Mania, pentas Seni Budaya, Panggung Harmoni dan Ternate Bershalawat. (Yunda)