JNewstv.com | Tobelo Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara, hari ini, Rabu, 10/07.memangil Dua orang pejabat yang beberapa waktu lalu plesir ke luar negeri (kanada). Kedua pejabat tersebut masing-masing Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Wenas Rompis dan Kepala Dinas Pemerintahan Masyatakat Desa (PMD) Nyoter Koenoe.
Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh ketua DPRD Halut, Yulius Dagilaha SH, Wakil Ketua Benony Laranga, dannSahril Hi Rauf, gabungan komisi, Yulius Dagilaha, meminta penjalasan kepada Nyoter dan Wenas Rompis, tentang agenda keberangkatan mereka ke luar negeri (kanada).
Wenas Rompis, dalam penjelsannya dihadapan angota DPRD, mengatakan bahwa, agenda keberangkatan keluar negeri ini sudah di programkan jauh sebelumnya yaitu dua tahun lalu. Sehingga dirinya bersama dengan beberapa kepala dinas merencanakan dengan mengambil city tahunan. “Kata nya bahwa beberapa tahun yang lalu saya dan beberapa teman diinformasikan bahwa ada promo liburan, namun divtahun ini baru kami mendapat kesempatan untuk agenda itu dan bersamaan saya Romois, Nyoter dan F. N.
Sahetappy mengambil cuti tahunan secara bersama dan sekda Fredy Tjandua, memberikan ijin cuty dan ijin perjalanan.
Kami sangat terkejut setelah di kanada, kami di hajar habis habisan oleh media massa terkaid dengan keberangkatan kami dengan alasn perjalanan kami tidak sesuai dengan ijin cuty sesuai peraturan pemerintah dan perjalanan kami menggunakan perjalanan dinas ( APBD) Padahal kami sudah melalui prosedur ijin cuty dan diluar tanggung jawab negara. Wenas, menambahkan bahwa secara pribadi dan keluarga, Kami merasa dirugikan dengan pemeberitaan media, dimana kami ini punya keluarga dan ketika mereka membaca berita tersebut.
Begitu juga hal senada disampaikan oleh kadis PMD Nyoter Koenoe. Janlis Kitong ketua komisi II DPRD Halut, ketika diberi kesempatan untuk menanggapi penjelasan kedua pejabat tersebut, langsun naik pitam. Janlis, mengatakan dirinya tidak mempersalahkan masalah cuty yang diambil oleh ketiga pejabat tersebut, tetapi mekanisme dan perjalanan keluar daerah dilakukan pada masa agenda nasional Pileg dan Pilpres 2019.
menanggapi penjelasan Wenas Rompis, dengan nada tinggi Janlis, menuturkan bahwa, masa perjalanan ke kanada di rencanakan dua tahun yang lalu karena ada promo perjalanan 2017 , tetapi anehnya perjalanan dilakukan pada 2019 bertepatan dengan selesainya agenda Pileg dan Pilpres, yang perjalanan bersama salah satu Caleg pemenang kursi DPRD Propinsi dapil Halut Morotai, inikan namanya pembohongan ungkap,”Janlis.
Sementara itu, Sadrak TongoTongo, menuding bahwa keberangkatan Kadis PMD Nyoter Koenoe, ada konspirasi, pada saat pencairan dana desa, dimana pencairan dana tersebut, harus mendapat rekomendasi dati Kadis batulah bole di cairkan, akan tetapi kadis di luar negeri, kok dana desanya bisa di cairkan.
Sadrak, juga menghardik dengan nada keras bahwa, keberangkatan kalian mencoreng dan mempermalukan saya di lembaga ini, karena perjalanan kalian bersama caleg dari partai golkar halut. Menanggapi apa yang dipertanyakan oleh Janlis dan Sadrak Tongo-Tongo, Wenas menyampaikan bahwa, sebelumnya saya minta maaf dan mengklarifikasi bahwa kami hanya diberikan ijin Cuty dari Sekda, tidak ada surat ijin perjalanan dan kami tidak menggunakan SPPD.
Sedangkan Nyoter, menanggapi bahwa, pencairan dana desa tersebut, dirinya tidak menandatangani rekomendasi, tetapi itu sudah di ambil alih langsun oleh pak Sekda, selama saya berada di luar negeri.
Ketua DPRD Halut, Yulius Dagilaha, sebelum menutup pertemuan dengan kedua pejabat tersebut, menegaskan bahwa lembaga DPRD, bakal mengambil sikap tegas untuk mengusut perjalanan ketiga pejabat tersebut karena dinilai tidak seauai dengan syarat-syarat ijin cuty keluar negeri sesuai amanat Undang-Undang dalam hal ini peraturan pemerintah. (Rb)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita