JNewstv.com | Ternate. Pengesahan Undang – Undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang dilakukan DPR RI menuai Aksi protes baik buruh maupun mahasiswa di berapa wilayah, begitu pula Aksi demo yang di lakukan oleh mahasiswa di tiga titik yaitu depan gedung DPRD Kota Ternate, Pemkot Ternate dan depan kampus Unkhair Akehuda.
Berdasarkan pantauan dilapangan Aksi demo mahasiswa ini berakhir ricuh hingga mengakibatkan enam mahasiswa dan dua anggota kepolisian serta satu wartawan terluka.
Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada saat di temui awak media mengatakan aksi demo mahasiswa di tiga titik ini awalnya berlangsung tertib dan lancar namun saat demo di depan landmark ada sedikit kericuhan yang mengakibatkan bentrokan yang mengakibatkan mahasiswa dan petugas kepolisian mengalami luka.” Saya (red -kapolres) menyesalkan adanya insiden bentrokan yang diawali dari lemparan batu ke pihak petugas yang mengamankan aksi demo,” ungkapnya.
Kapolres menjelaskan tentang beberapa mahasiswa yang diamankan oleh petugas karena mahasiswa tersebut dalam aksi demonya melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum /punblik disekitar jatiland yang di bangun dari uang rakyat. ” Kami menahan pelaku perusakan tersebut untuk diproses oleh penyidik Polres bersama Ditreskrimum Polda Malut,” jelas AKBP Aditya.
Hal senada juga dikatakan Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojika. bahwa demo aksi mahasiswa tentang Undang – Undang Omnibuslaw (UU Ciptaker) adanya kericuhan yang mengakibatkan korban luka baik dari mahasiswa dan petugas keamanan. ” Semua Korban luka ringan ini sudah di bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk di rawat,” ucapnya.
Kabid Adip menerangkan bahwa kejadian tersebut tidak perlu terjadi karena esensinya atau maksudnya adalah menyampaikan pendapat namun demikian pihaknya menyesal adanya kericuhan yang mengakibatkan adanya korban yang terluka. dari mahasiswa dan aparat keamanan. ” Namun sangat disayangkan aksi ini ada beberapa mahasiswa yang melakukan tindakan perusakan fasilitas umum atau publik dan untuk itu kami (Polda Malut) berharap Elemen Mahasiswa agar dalam menyampaikan pendapat di muka umum tidak merusak Fasilitas Publik yang mana di bangun dari Uang Rakyat serta dibangun untuk digunakan bersama-sama,” terangnya.
Sementara itu kordinator Front Mahasiswa UMMU La Ode Sahrul.menyayangkan adanya mahasiswa yang terluka akibat bentrokan dalam aksi demo tersebut.” Tindakan ini seharusnya tidak terjadi, kami datang untuk menyampaikan aspirasi bukan untuk bentrokan yang mengakibatkan beberapa diantara kita ada yang terluka,” ungkapnya.
Ia juga meminta kepada aparat kepolisian untuk membebaskan teman -teman mahasiswa yang saat ini ditahan. ” Kami hanya meminta kepada pihak kepolisian khususnya Kapolres Ternate agar bijak dalam melihat hal ini dan juga kami harap kawan- kawan mahasiswa yang di tahan secepatnya di bebaskan tanpa syarat,” pintanya. (FK)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita
