JNewstv.com | Morotai –
Warga Desa Sopi kembali melakukan aksi pemalangan Kantor Desa pada Jumat, 27 Juni 2025, sebagai bentuk penolakan terhadap pengaktifan kembali Isbul Der sebagai Kepala Desa. Aksi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh masyarakat dengan tema tegas: “Kami Menolak Isbul Der Aktif Jadi Kepala Desa.”
Dalam orasi aksinya, warga menyampaikan tuntutan agar permasalahan ini tidak diselesaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Morotai, melainkan langsung ditangani oleh Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rusli dan Rio.
“Kami masyarakat Desa Sopi menolak keras jika Isbul Der diaktifkan kembali menjadi kepala desa. Kami masih menunggu janji Bupati dan Wakil Bupati (Rusli-Rio) yang katanya ‘R.A.T.A’ (Rakyat Adalah Tujuan Akhir). Kami tidak mau DPMD Morotai yang menangani persoalan ini. Kami ingin Bupati dan Wakil Bupati turun langsung menyelesaikan masalah di desa kami,” tegas salah satu peserta aksi.
Koordinator Desa (Kordes), Rusli Kodobo, juga mengeluarkan pernyataan keras. “Kalau sampai hari ini Bupati dan Wakil Bupati tidak turun langsung menyelesaikan masalah ini, maka kami tidak segan-segan melakukan aksi yang lebih besar dari hari ini, termasuk membakar Kantor Desa. Biar Pak Bupati tahu seberapa besar kekecewaan kami,” ujarnya lantang.
Sementara itu, tokoh pemuda desa, Fahmi, menyampaikan pernyataan emosional dan simbolis. “Hari ini hari Jumat. Nabi Adam dilahirkan pada hari Jumat, dan wafat pun pada hari Jumat. Hari ini bagi kami adalah hari penghabisan. Kami tidak takut mati, tidak takut hukum. Ini pembodohan terhadap masyarakat kami. Ini adalah skema yang dilakukan oleh Bupati, yang justru memecah belah warga Desa Sopi. Jangan sampai Desa Sopi berdarah,” tekan Fahmi.
Dalam aksi tersebut, warga membakar sejumlah tempat sampah, menutup seluruh pintu dan jendela kantor desa, dan menegaskan bahwa tidak boleh ada aktivitas pemerintahan dilakukan di Kantor Desa Sopi.
“Jika kami temukan ada aktivitas pemerintahan, maka kami yang tergabung dalam aksi ini akan mengecam keras dan tidak menjamin tidak terjadi kekacauan yang lebih besar. Sekali lagi, kami hanya ingin Bupati dan Wakil Bupati yang menyelesaikan ini,” tegas para pendemo.
Pernyataan “Jangan Sampai Sopi Berdarah” kembali dilontarkan oleh Fahmi di akhir orasinya. “Aksi ini tidak akan berhenti sampai ada penyelesaian dari Bupati dan Wakil Bupati. Jika tidak, kami siap membakar semua fasilitas perkantoran yang ada di Desa Sopi. Jangan salahkan kami kalau ‘Api Revolusi’ terus menyala,” pungkasnya. (Wahyu)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita