Home / Berita / Bangkang Versus Bipang Sama Sama Khianat ?

Bangkang Versus Bipang Sama Sama Khianat ?

Catatan Tercecer RR ke-26

JNewstv.com | Jakarta Bangkang bukan Bipang, itu memang betul. Bangkang, menurut KBBI, kata dasar dari pembangkangan alias penolakan atas aturan. Sedangkan Bipang itu singkatan dari babi panggang sebagai makanan lezat bagi non-muslim, yang diharamkan bagi muslim.

Tetapi mengapa judulnya Bangkang Versus Bipang Sama Sama Khianat? Yaps, keduanya sama-sama mengkhianati aturan yang berlaku. Kacamata penguasa menyebut pembangkang bagi orang yang menolak (khianat) mengikuti kepentingan kebijakannya. Hal sama juga bisa berlaku bagi seorang ketua ErTe yang mengajak warga muslimnya memakan babi panggang, dan yang menolak disebut pengkhianat.

Pembangkangan sipil, mengutip Muslim Arbi selaku Direktur Gerakan Perubahan (GarpU), diperlihatkan saat ratusan pemotor menerobos barikade aparat keamanan di tengah larangan mudik daerah Bundaran Kepuh, Karawang Barat, Jawa Barat, dinihari Sabtu (8/5).
“Jebolnya barikade aparat di Gedung Waringin, Bekasi tadi malam itu, simbol perlawanan dan kemenangan Rakyat. Jangan mentang2 terhadap Rakyat. Jika Rakyat Marah, kekuatan mana pun pasti tak sanggup menghadapi nya. Wahai penguasa!!!,” tulis Muslim Arbi dimuat belarakyat.com, Sawangan, 28 Ramadhan 1442 H: 10 Mei 2021.

Pembangkangan pemudik motor, yang melanggar larangan mudik 6-17 Mei itu, masih menurut Muslim Arbi, lantaran waktu yang sama Pemerintahan Presiden Joko Widodo “membiarkan masuk” ratusan Warga Tiongkok asal Wuhan notabene asal isu pandemi Covid19 lewat Bandara Soetta Cengkareng. “Dua dari 85 WN Tiongkok ternyata positif covid19 yang naik carteran China Southern Airlines,” timpal Sultan B Najamuddin, wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, dalam siaran pers, Minggu (9/5).

Pembangkangan sipil serupa diperlihatkan Aung San Suu’ Kyi dari Myanmar (d.h Burma) dan Nelson Mandela dari Afrika Selatan. Keduanya sempat menikmati “pengkhianatannya” kepada masing-masing penguasa berasal junta militer. Nelson Mandela menjadi presiden dalam perjuangan menghapus perbedaan warna kulit (apartheid), sedangkan Suu’ Kyi menjadi penguasa dengan jabatan State Counsellor atau penasihat negara.

Pertanyaannya bisakah Sang Ketua ErTe disebut pengkhianatan manakala mengajak warga muslimnya menikmati Bipang yang dipesan online sewaktu menaati aturan larangan mudik alias berlebaran di kediaman masing-masing?
Tidak bisa (disebut pengkhianat) manakala tidak ditujukan bagi muslim saat merayakan Idul Fitri alias kembali fitrah/bersih lahir batin tanpa dosa. Bukan sebaliknya, dimana Sang Ketua ErTe dipilih warga mayoritas muslim. Sehingga dibutuhkan kecerdasan wawasan kebangsaan untuk memaknai ucapan & ungkapan sesuai ketepatan waktu, tempat, & keadaan kejiwaan sosial. By the way, salam takzim NKRI. ***RR

Penulis : Rinaldi Rais, Wartawan Al-Faqir

About Redaktur

Check Also

Sekda Haltim Launching Bantuan Lansia Tidak Mampu di Wasile dan Wasile Timur

Haltim, JNewstv.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mewakili Bupati Halmahera Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII