JNewstv.com | Halsel. Seorang nenek yang diketahui bernama Maryam tinggal di kecamatan Kayoa, desa Guruapin kabupaten Halmahera Selatan belum lama ini menjadi sorotan publik terkait kehidupannya yang sangat memperihatinkan dan jauh dari kata layak. Sang nenek yang sudah berusia lanjut ini (90), tinggal disebuah rumah yang tak layak huni dan jauh dari kata mampu seperti warga sekitarnya. Maryam ternyata adalah seorang isteri pensiunan purnawirawan polri Pelda/Aipda. Muhammad Salasa dan memiliki 10 orang anak.
Kehidupan nenek Maryam seiring waktu dan bertambahnya usia semakin jauh terpuruk bahkan memiliki keterbatasan ekonomi yang harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Pada 2018 lalu, Kapolres Halmahera Selatan AKBP. Agung Setyo Wahyudi yang kini telah pindah tugas ke Mabes Polri sempat berkunjung dan melihat langsung kehidupan sang nenek yang menempati sebuah rumah yang tak layak huni.
Dengan alasan itulah mantan Kapolres Halsel pada waktu menjabat berinisiatif membantu nenek Maryam lewat program bantuan Bedah Rumah. Niat inipun disampaikan mantan Kapolres pada saat kunjungan kerjanya kedesa Guruapin dimana tempat sang nenek tinggal. Kuker bersama beberapa staff didampingi Kapolsek Kayoa Iptu. Ahmad M. ini disambut baik pihak keluarga nenek Maryam. Kuker inipun diwarnai dengan pemberian sembako yang diterima langsung nenek Maryam.
Mantan Kapolrespun menyampaikan keinginannya untuk membantu sang nenek, dan niat ini diterima sang nenek pada waktu itu hingga bersedia rumahnya dibongkar. Pemberian bantuan sembakopun disaksikan oleh Kades dan Sekcam yang juga menyambut baik dan mengapresiasi bantuan tersebut kepada warganya dan juga disaksikan awak media.
Tak berlansung lama, setibanya mantan Kapolres di Labuha, beliau kerahkan anggota untuk membentuk tim dalam program bantuan Bedah Rumah. Inisiatif inipun disambut baik jajaran Polres Halsel pada waktu iti dengan ikut memberikan sumbangan masing-masing sebesar Rp. 100.000,-. Tim bedah rumah sendiri dibawah pimpinan Kapolsek Kayoa Iptu. Ahmad M. Awalnya pembongkaran rumah sang nenek berjalan dramatis. Sang nenek sendiri saat itu sangat senang dan berharap bantuan tersebut cepat terlaksana.
Namun pada kenyataannya seiring waktu dengan kepindahan mantan Kapolres Halsel ke Mabes Polri, perlahan-lahan bantuanpun ikut terhenti. Sementara rumah nenek Maryam sudah terlanjur dibongkar. Rumah impian nenek Maryam harus pupus karena bantuan yang dijanjikan oleh mantan Kapolres Halsel inipun tidak terealisasi hingga berlalunya waktu 9 bulan lamanya.

Saat dikonfirmasi awak media dan invetigasi dilapangan mendapati kondisi sang nenek begitu prihatin dan keluargapun tak banyak berbuat apa-apa. Keluarga hanya bisa pasrah dan berharap bantuan bedah rumah yang sudah dijanjikan itu bisa terealisasi. Sementara Kapolsek Kayoa Iptu. Ahmad M. kepada awak media pada saat itu membenarkan adanya pembongkaran rumah nenek Maryam. Untuk jumlah nominal bantuan yang diberikan untuk bedah rumah sendiri senilai RP. 42,6 juta.
Sayangnya bantuan tersebut hingga saat ini nihil dan bangunanpun tidak terlihat. Saat awak media kembali investigasi Selasa (05/11/2019) lalu, Kapolsek Iptu. Ahmad M. ternyata telah pindah tugas dan digantikan dengan Ipda. Heryadi. Saat dikonfirmasi, Heryadi mengaku tidak tahu persis anggaran atau dana tersebut. ” saya tidak tahu anggaran tersebut disimpan, karena memang tidak ada dan tidak diberitahukan sebelumnya. Karena itu pembangunan rumah nenek Maryam pun terpaksa tidak bisa dilanjutkan, ” tuturnya.
Sembilan bulan telah berlalu, kehidupan sang nenek bersama anaknya hidup dalam keterbatasan dan serba kekurangan. Sementara salah satu anaknya Nur kepada awak media mengaku sangat sedih karena sampai saat ini bantuan bedah rumah belum terealisasi.
” kami keluarga sangat sedih dengan keadaan ini, apalagi saat ini mama (nenek Maryam) sedang sakit karena bafikir rumahnya belum direhab. Mama bilang kapolres sudah pindah dan kapolsek lama juga sudah pindah, jadi sekarang mau harap siapa lagi, tutur Nur sambil menunduk sedih.
Saat ini nenek Maryam bersama anaknya sementara tinggal dan menumpang diperumahan Polsek Kayoa. Ini atas inisiatif bapak Diman dan rekan-rekan Polsek setempat. Nur dan keluarga berharap dengan adanya informasi ini, dia meminta agar Bapak Kapolri saat ini bisa mengetahui dan berharap bisa memberikan bantuan yang sama agar ibunya dan keluarga bisa kembali kerumah mereka dan bisa menata kembali hidup mereka. (Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita