Home / Berita / Biang Kerok Mainkan Harga Gula Ditemukan Ditjen PKTN Kemendag

Biang Kerok Mainkan Harga Gula Ditemukan Ditjen PKTN Kemendag

JNewstv.com | Jakarta
Biang kerok kisruh lonjakan harga gula pasir selama Ramadhan 1441 H/2020, yang jauh di atas eceran tertinggi (HET) Rp 12.500/kg telah ditemukan oleh Ditjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (PKTN). Hal ini dikatakan oleh Veri Anggrijono, dirjen PKTN Kemendag. (01/06/2020)

Dirjen Veri Anggrijono mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami sanksi administrasi yang dilakukan empat (4) distributor penyebab harga gula pasir tidak terkendali. “Sanksi administrasi berupa pembekuan hingga pencabutan perijinan usahanya itu, segera diberlakukan terhadap distributor PT PAP yang membeli gula dari pabrik Kebon Agung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seharga Rp 11.200/kg, namun dijual ke tiga distributor lain di atas acuan tingkat konsumen kisaran Rp 17.000 – Rp 20.000 per kilogram,” ungkapnya.

Alhasil, Mendag Agus Suparmanto melanjutkan operasi pasar hingga usai Lebaran. Seperti di Pasar Baru Bekasi Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa, (26/5/2020). Menyusul digelar operasi di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

Selama Bulan Puasa 2020, Kemendag kelimpungan dengan lonjakan harga gula pasir kendati sudah disiasati dengan sejumlah kebijakan alternatif memotong rantai distribusi. Mulai menginstruksikan pabrik gula menyalurkan langsung ke ritel-ritel moderen, juga meminta importir menyalurkan sebagian gula rafinasi ke pasar tradisional, disusul dari pabrik ke distributor pasar tradisional, hingga operasi pasar. (Harun/red)

About Redaktur

Check Also

Tidak Hanya Dapat Jadwal Yang Pasti, Masyarakat Makin Rasakan Kecepatan Pengukuran Tanah

JNewstv.Com | Bengkulu – Kepastian jadwal dan kecepatan proses jadi manfaat yang dirasakan masyarakat saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII