
JNewstv.com | JAKARTA –
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Benny Ramdhani, telah merealokasikan Rp 7 milyar untuk penanganan & perlindungan PMI semasa pandemi Covid-19 karena pihaknya sebagai terdepan bagi PMI. Hal ini dikatakannya kepada awak media. (30/04/2020)
Benny Ramdhani mengatakan bahwa dirinya
berkomitmen mengoptimalkan upaya perlindungan bagi PMI sejak dilantik pekan lalu.” Kepulangan pekerja migran Indonesia yang hilang 13 tahun di Jordania, Fika, menandai kepulangan ratusan ribu pahlawan devisa lain dari berbagai negara dikarenakan pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Fika,36, warga Subang Jawa Barat, dipulangkan oleh Dubes Andy Rachmianto ke Indonesia awal April lalu bersamaan lock down di Jordania.”Kondisi lock down dan memulangkan PMI dilakukan 13 negara di antaranya Hongkong, Taiwan, Singapura, & Malaysia,” jelas Benny.
Benny menerangkan bahwa selama April-Mei diprediksi BP2MI ada 37.075 PMI yang akan pulang sepanjang Ramadhan hingga Lebaran 2020, menyusul 121.498 PMI yang sudah sampai di Indonesia. ” Dalam hal ini,
BP2MI merealokasikan anggaran sedikitnya Rp 7 miliar untuk penanganan dan perlindungan PMI di masa Pandemi Covid-19,” terangnya.
Lanjut dia, pihaknya sedang melakukan penataan ulang fokus anggaran dan itu bisa bertambah demi melindungi Pekerja Migran yang sebagian sudah pulang ke Tanah Air,”Kami akan siapkan anggaran lagi untuk melindungi PMI yang masih ada di luar negeri,” tandas kader Partai Hanura itu. (Harun)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita