JNewstv. com | Sofifi (Tikep) Kepala Dinas PUPR Pemprov Malut Santrani Abusama kepada awak media Senin, (22/2/2021) siang tadi menyampaikan bahwa pembiayaan pekerjaan Masjid Raya masih menggunakan dana pribadi rekanan dan hingga kini tahapan pekerjaan sudah mencapai 15 sampai 20 persen.
“Saya dapat laporan bahwa upah pembangunan Masjid Raya Sofifi belum di bayar, padahal saya sudah mentanda tangani Surat Perintah Membayar (SPM) pekerjaan tahap II kepada BPKAD Pemprov Malut untuk dilakukan pembayaran,” ungkapnya.
Kadis PUPR juga mengaku bahwa progres pekerjaan Masjid Raya Sofifi sudah mencapai 15 sampai 20 persen dan pembiayaannya masih bersifat pribadi. Olehnya itu, tindak lanjut pembayarannya dalam proses, mungkin hari ini (Red) atau besok Bagian Keuangan sudah cairkan,” jelasnya.

Santrani juga berharap dalam proyek spektakuler pembangunan Masjid Raya ini agar secepatnya di selesaikan karena direncanakan pelaksanaan STQ akan dipusatkan di Masjid Raya tersebut.
Untuk itu harapan saya pihak BPKAD sebagai Instansi Keuangan harus konsisten dalam proses pembayaran agar secepatnya mendukung pelaksanaan STQ tingkat Nasional,” demikian di jelaskan Santrani
Disisi lain pihak kontraktor dalam hal ini Atos menyampaikan bahwa terkait dengan keluhan sejumlah rekanan dalam proyek pembangunan Masjid Raya Sofifi yang dikabarkan belum proses pembayaran upah kerja oleh Bagian Keuangan Pemprov Malut atau BPKAD.
Akhirnya, berdampak pada proses pekerjaan yang diakui pihak rekanan saat ini dalam slow down. “Sudah lima hari kami tak bekerja karena belum ada pencairan sama sekali, padahal progres pekerjaan sudah mencapai 20 persen,” ungkap Atos nama sapaan Kontraktor saat ditemui di tempat kerja yakni Masjid Raya Sofifi Senin, (22/2/2021)
Atos menambahkan bahwa dalam tahapan pekerjaan sampai 20 persen ini pihaknya masih menggunakan dana pribadi. Saat ini lagi pusing, padahal sudah kami laporkan melalui kondisi lapangan selama lima hari tak bekerja kepihak PPK dan ditindaklanjut ke Bagian Keuangan,” tutupnya (Kemal Swedya)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita