JNewstv.com | Tidore – Untuk meningkatkan pencapaian Imunisasi dasar dan lanjutan, Dinas Kesehatan dan PKK Kota Tidore Kepulauan gelar Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan pemberian suntikan satu dosis Imunisasi campak rubela di Aula TK Negeri Pembina 9 Tidore Kepulauan (Tikep), Rabu, 08/06/2022.
Dalam pertemuan ini menghadirkan narasumber DR. Siti Komariah dari UPT Puskesmas Tomalou Kota Tikep, dengan peserta sebanyak 50 orang terdiri dari para orang tua beserta anak TK Pembina 9 Tidore Kepulauan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore, Camat Tidore Selatan, Lurah Tomalou, Kepala Puskesmas Tomalou, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina 9 Kota Tidore Kepulauan.

Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar Sosialisasi BIAN sebagai upaya mengatasi adanya penurunan imunisasi anak di Kabupaten/Kota seluruh Indonesia guna mencegah penularan penyakit difteri, portusis/batuk rejan tetanus, campak, rubela dan polio.
Ketua Tim Penggerak PKK, Safia Ali Ibrahim dalam sambutan mengatakan, pada saat ini Program Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) tahun 2022 menggenjot cakupan Imunisasi rutin anak, yang sempat menurun selama pandemi Covid-19, kita semua tahu bahwa selama pandemi kurang lebih 3 tahun aktivitas diberbagai hal mengalami hambatan termasuk kegiatan Imunisasi ini.
lanjutnya, dirinya menjelaskan tujuan dari Bulan Imunisasi Anak Nasional yakni, menghentikan Transmisi virus campak dan rubela se-Indonesia, mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global pada tahun 2026 nanti, dan dapat mengendalikan penyakit difteri dan pertusis, dengan sasaran anak usia 12 bulan hingga 59 bulan (12 tahun) yang tidak atau belum lengkap OPV, IPV dan DPT HB HIB penjelasannya akan disampaikan secara teknis oleh DR. Siti Komariah. tambahnya.
Sementarai itu DR. Siti Komariah memaparkan, Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) adalah pemberian dosis imunisasi campak pada anak. Kemudian ada program kejar yang merupakan pemberian dosis imunisasi pada anak yang tidak lengkap imunisasi dasar, untuk itu dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2022 sebagai solusi untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin pada anak yang sempat menurun selama pendemi Covid-19, yang mengakibatkan tidak terbentuknya Herd Immunity (kekebalan kelompok) tentunya sangat berpotensi terjadi wabah. Berdasarkan data Direktur Jenderal Pencegahan dan Penyakit Kemenkes RI, terdapat 1,7 juta bayi yang tidak/belum diimunisasi lengkap selama tahun 2019-2021.
lanjutnya, Mayoritas wilayah Indonesia beresiko tinggi terjadi penularan virus campak dan polio dan telah terjadi peningkatan kasus yang signifikan di awal tahun 2022, seperti halnya kasus Difteri yang dilaporkan semakin meningkat, sudah 20 provinsi yang melaporkan, bila situasi ini dibiarkan maka penularan penyakit akan semakin meluas, resiko bagi Indonesia adalah gagal mencapai target eliminasi campak rubela pada tahun 2023 yakni, gagal mempertahankan Indonesia bebas polio yang telah dicapai sejak 2014, dan menjadi perhatian dunia Internasional bila sampai ditemukan satu saja kasus polio, serta peningkatan kasus dan kejadian luar biasa (KLB) dapat menjadi beban ganda di tengah pandemi yang belum selesai. jelasnya.
BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) dilaksanakan secara bertahap yakni, tahap I mulai bulan mei 2022 dan tahap II mulai bulan Agustus 2022 dengan sasaran untuk Provinsi Maluku Utara Anak usia 12 – 59 bulan yang tidak/belum lengkap OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib, sesuai data Dinkes sekitar 23% anak yang belum/belum imunisasi lengkap, cetusnya.
Komariah menambahkan, sejauh ini masih terdapat kendala dilapangan yakni, orang tua yang merasa ragu dan takut mengantar anaknya untuk di imunisasi akibat Covid-19, sehingga dirinya berharap dukungan dari TP PKK dan Kader PKK berperan aktif dalam Posyandu termasuk program imunisasi, berkoordinasi dengan Dinkes/Puskesmas untuk pendataan sasaran, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pengerakan masyarakat, serta dukungan dari Pemerintah Desa setempat untuk memastikan anak-anak diwilayah masing-masing sudah mendapatkan imunisasi lengkap.
Sementara itu Camat Tidore Selatan Abd Kader Din, selaku Tim Pemantau dan Monitoring saat dikonfirmasi awak media JNewstv.com dirinya berharap, dengan adanya Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) ini, kepada orang tua agar dapat membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan Imunisasi untuk mendapatkan Imunisasi lengkap agar dapat menghindari atau mencegah kesakitan atau cacat pada anak. “Mari para orang tua jangan ngoni tako dan ragu untuk membawa anak-anak ke Puskesmas, Posyandu, PAUD, TK dan SD (terjadwal), untuk diimunisasi lengkap selama periode BIAN tahap I bulan Juni-Juli ini, karna sudah terjamin aman” pungkasnya.
Eno
JNewstv.com Berita Fakta & Realita