JNewstv | Ternate – Senat Universitas Khairun (Unkhair) menggelar sidang terbuka penyampaian visi, misi, dan program kerja (Proker) enam bakal calon rektor periode 2025–2029 di Aula Banau, Kampus I Unkhair. Acara yang berlangsung pada Senin ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika, perwakilan mahasiswa, serta pimpinan perguruan tinggi se‑Maluku Utara.
Keenam bakal calon rektor—Prof. Abdul Rasyid Tolangara, Dr. H. Hasan Hamid, Prof. Dr. Abdu Mas’ud, Dr. Nurhasanah, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, dan Dr. Nurhalis Wahidin—bergiliran memaparkan gagasan strategis mereka. Masing‑masing menyajikan rencana penguatan kualitas pengajaran, riset unggulan, hingga perluasan jejaring internasional yang diharapkan dapat mengantarkan Unkhair menjadi universitas riset terkemuka di kawasan kepulauan.
Dalam sesi tanya jawab interaktif, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyoroti tema peningkatan akreditasi program studi, pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran hibrid, serta upaya pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program pengabdian. Ketegasan dan kreativitas calon‑calon rektor diuji lewat pertanyaan–pertanyaan yang konstruktif, menjadikan forum ini lebih dari sekadar presentasi: tetapi juga wahana pemetaan visi bersama.
Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum., membuka acara dengan menegaskan nilai transparansi dan kolaborasi: “Sidang terbuka ini bukan hanya ritual, melainkan cerminan komitmen kita bersama untuk memajukan institusi melalui pertukaran ide terbaik.” Ia mengajak seluruh sivitas mendukung siapapun yang nanti terpilih, karena “kemenangan Unkhair adalah keberhasilan kita semua.”
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Dr. Soleman Saidi, S.Pd., M.Si., menambahkan bahwa seluruh proses seleksi akan dijalankan secara profesional, akuntabel, dan netral. “Ini momentum refleksi untuk menegaskan kembali cita‑cita Unkhair ke depan,” ujarnya, seraya mendorong civitas memberikan masukan demi kompetisi yang sehat dan inspiratif.
Menutup rangkaian, keenam bakal calon secara simbolis menandatangani dokumen visi, misi, dan program kerja yang kemudian diserahkan kepada Ketua Senat, Drs. Fachmi Alhadar, M.Hum., sebagai pernyataan resmi komitmen mereka dalam pilrek 2025–2029.
Proses pemilihan rektor kali ini sangat krusial, karena akan menentukan arah kepemimpinan Unkhair untuk empat tahun mendatang. Sejak didirikan pada 15 Agustus 1964, Unkhair terus mengalami transformasi; forum terbuka seperti ini menegaskan prinsip partisipasi dan keterbukaan, sesuai pesan rektor untuk memperkuat perpaduan ilmu pengetahuan dengan dedikasi pada masyarakat kepulauan. (Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita