JNewstv.com | Ternate.
Forum Pelajar Pemuda Jambula (FPPJ) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate untuk menghentikan pekerjaan yang dilakukan oleh CV Sila Mandiri di daerah Kelurahan Jambula. Hal ini di katakan oleh Hartono Odjat, ketua aksi sekaligus ketua umum FPPJ saat di temui oleh awak media saat lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Ternate. (05/02/2020)
Hartono Odjad mengatakan Penggusuran lahan di lokasi masyarakat Kelurahan Jambula ini menuai kontroversi, pasalnya CV. Sila Mandir yang sudah beroperasi kurang lebih satu Minggu ini mengundang keresahan masyarakat yang begitu besar, karena dampak kerusakan alam yang juga dirasakan masyarakat pun sudah terjadi, belum lagi mengenai kejelasan legalitas dari proyek pembongkaran lahan tersebut.
“Aktivitas proyek yang di lakukan oleh CV Sila Mandiri ini duga cacat atau ilegal dalam melakukan pekerjaannya karena proses eksploitasi liar yang semena mena ini terjadi sejak 2 tahun lalu dengan perusahan yang sama,” ucapnya.
Ia menjelaskan terhitung sudah ada empat rumah yang menjadi korban dampak dari pembongkaran galian yang dilakukan oleh CV Sila Mandiri tersebut, ketika terjadi hujan deras longsor dan banjir akibat dari hasil galian tersebut, sehingga menggangu kenyamanan masyarakat setempat.
“Tercatat sudah terdapat beberapa titik yang coba di bongkar oleh proses operasi CV tersebut,dengan adanya aksi ini diharapakan Pemkot Ternate dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang fungsi pokoknya mengatur terkait pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian, pencemaran dan kerusakan lingkungan untuk menindak lanjuti masalah ini agar warga Kelurahan Jambula menjadi kembali nyaman,” jelas Hartono.
Hartono menerangkan jika masalah ini tidak di selesaikan dan mengambil langka progres oleh Pemkot dalam hal ini DLH ,maka kami tidak segan – segan memboikot aktivitas proyek ilegal ini dengan membuat aksi lebih besar.
“Kami minta secepatnya aspirasi warga Kelurahan Jambula ini di selesaikan oleh Pemkot Ternate dan jika pihak pemerintah tidak dapat menyelesaikan masalah ini ,kami akan buat laksi lebih besar lagi,” terangnya.
Sementara itu Bahtiar Teng yang mewakili Pemkot Ternate saat haring terbuka dengan massa aksi mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi pihak DLH untuk menangani masalah ini, dan sementara ini dinas lingkungan hidup sudah menju lokasi.
” Informasi yang diterima dari DLH bahwa memang CV Sila Mandiri ini tidak ada izin nya,sehingga akan segera di hentikan proyeknya,” katanya.
Hal senada juga di katakan oleh Pjs DLH bahwa pihaknya akan menindak lanjuti hal ini dan sementara ini dirinya sudah koordinasi dengan Lurah Jambula.
“Kami bersama -sama dengan lurah Jambula ke lokasi guna melakukan penyelesaian. Kita akan cek dokumen dokumen nya, kalo memang dia melanggar dan tidak memiliki surat izin maka harus di hentikan,” tutupnya. (Faisal/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita