JNewstv.com | Ternate.
Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Ternate mendorong Pemkot Ternate
jika kemungkinan status siaga darurat Covid 19 di perpanjang sampai bulan april 2020 agar kondisi penyebaran tidak meluas dan menyebar. Hal ini dikatakan oleh Ketua Fraksi NasDem Kota Ternate, Nurlaela Syarif melalui telepon selulernya kepada Jnewstv.com.
Nurlela Syarif mengatakan hanya perlu diikhtiarkan karena Kota Ternate adalah pintu masuk dari penerbangan udara dan laut juga. Selain itu juga Kota Ternate menjadi pintu masuk semua pasien Covid 19 karena RSUD Busoeri menjadi rujukan. “Untuk itu jika ada kebijakan karantina wilayah di Kota Ternate maka keputusan tersebut harus diikuti oleh jaminan ekonomi kepada rakyat Ternate,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kita berikan yang terbaik buat masyarakat kota Ternate khususnya dan Provinsi Maluku Utara umumnya dengan perlunya sinergikan dan kesepahaman kerja antara pemerintah Provinsi dan Pemkot dengan sama visi tidak boleh beda dalam penanganan bencana COVID-19 ini. “Model penyebaran Covid 19 kan karena penularan dari manusia ke manusia yang sudah terkena virus ke yang belum dan hampir rata-rata model penyebarannya juga dari orang yang melakukan perjalanan dari daerah terjangkit,” jelas Ketua Fraksi Nasdem Dekot Ternate.
Nurlaela mengusulkan apabila Pemprov dan Pemkot terpaksa melakukan karantina wilayah untuk menekan virus Corona. Namun pemerintah pusat harus menyetujui ini dengan catatan, karantina wilayah dilakukan untuk migrasi manusianya saja, sementara untuk distributor logistik tetap berjalan mengingat Kota Ternate sangat bergantung pada wilayah luar seperti, Manado, Bitung, Surabaya, Halmahera dan lain Lain. Selain itu kebijakan subsidi kepada rakyat juga harus dipikirkan.
” Perlu kami tegaskan menjelang ramadhan dipastikan agak terjadi lonjakan mudik ke Ternate mulai dari mahasiswa dan lain-lain. Pusat penyebaran Corona ini salah satunya di Jakarta, Apabila tidak dilakukan karantina, para pendatang dari Jakarta dan kota yang sudah terlular kemungkinan membawa virus ke Ternate apabila musim mudik tiba,” ungkapnya.
Dan kekhawatiran Fraksi NasDem bila mana tidak dikarantina maka penduduk pendatang yang nanti pulang ke Ternate akan membawa wabah ini. Ini sebagai ikhtiar.Selain itu, penting juga meminta pemkot untuk menjamin ketersediaan pangan untuk rakyat.
” Gula sudah 2 minggu langka, bagaiman dengan ketersediaan beras, dan lainnya. Bagimana ketersedian cadangan seperti kasbi, sagu, gula merah, dan lain-lain untuk antisipasi.Kami Fraksi Nasdem mendorong juga untuk bisa subsidi listrik dan PDAM agar dapat diberikan semasa karantina nanti jika berlangsung,” terang Nella sapaan akrabnya.
Nella menambahkan jika kebijakan karantina wilayah yang kami desak dan Ternate siap, segera merumuskan kebijakan rencana aksi terkait masalah pangan, masalah metode pendidikan belajar mengajar, serta masalah fasilitas kesehatan, hak dasar pendidikan dan kesehatan rakyat Ternate harus terpenuhi.
” Masalah yang lain, misalkan pemerintah pusat mampu memberikan subsidi listrik, air PDAM dalam masa karantina wilayah, ini karena kita diminta di rumah, diminta cuci tangan dengan air mengalir, pake sabun, Yang tadinya listrik kurang terpakai, akhirnya mahal karena semua dirumah pastinya berkonsekuensi pada harga listrik melonjak, sama halnya juga pengunaan air PDAM, Ketua Fraksi Nasdem berharap rencana ini harus segera dirumuskan berikan subsidi itu kepada masyarakat,” paparnya
Dia menegaskan harus sinkron antara provinsi dan kota Ternate dalam menjalankan keputusan ini. Serta sampaikan kepada publik jika Malut atau Ternate siap apabila karantina dilakukan.(Yun/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita