JNewstv.com|Ternate – Kerusakan hutan yang terjadi di daerah, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, menjadi penting untuk disikapi dan diselamatkan oleh kita dalam rangka untuk dijaga dan dipelihara secara baik. Sebab hutan yang berada di timur Indonesia adalah benteng terakhir bagi kita, maka dari itu harus kita jaga bersama demi keselamatan kita semua.Untuk itu Forest Watch Indonesia (FWI), melakukan kegiatan diskusi dengan menggunakan metode zoom, dengan tema ” Enviromental Citizen Jurnalism Program (ECJP) 2020, Memotret Kondisi Hutan dan Manusia di Timur Indonesia”.
Diskusi yang di pandu oleh Prof, Dr, Agustinus Kastanya MS. dan para narasumber yaitu Fredik E Timbel, dari Gakum LKH wilayah Maluku, Papua dan Papua barat, Dr, Bokiraiya Latuamury, S, Hut.M, Sc dari akademisi Unpatti Ambon, Suyadi Phd dari pusat penelitian biologi LIPI Bagor, dan Habib Maskaty dari kaum melenial.
Fredik gakum LKH menyampaikan bahwa banyak terjadi kerusakan hutan diakibatkan para pelaku ilegal logging yang tidak taat pada asas yang sudah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku. Sebab banyak pengusaha kayu yang tidak memiliki ijin home industri, maka dari itu perlu ada penegakan hukum untuk di tindak agar pelaku usaha di bidang home industri tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sudah diatur dalam ketentuan perundangan yang berlaku.
Sementara Suyadi menjelaskan bahwa kerusakan hutan bisa berdampak pada kerusakan lingkungan dan mengakibatkan pengaruhnya pada keanekaragaman hayati, sebab biodata laut maupun di dataran sudah tentu akan menjadi kepunahan apaligi hutan mangrove di tebang misalnya. dan bagian Indonesia bagian Timur banyak hutan yang masih alami, katanya.
Bokiraiya dari akademisi mengatakan bahwa kerusakan hutan bisa mempengaruhi pada kondisi alam bahkan bisa terjadi banjir dan terjadi kemarau, maka dari itu harus di jaga hutan itu dengan baik sehingga kita bisa terhindar dari hal hal yang kita tidak ingin bersama. Sebab kerusakan hutan adalah bagian dari kerugian kita karena semua mahluk hidup yang ada di bumi ini pasti akan kena dampak dari kerusakan lingkungan dalam hal hutan.
Sementara Habib dari melenial menyampaikan bahwa kerusakan hutan adalah tanggung jawab kita sebagai generasi mudah dalam rangka untuk menyadarkan kepada masyarakat agar kita selalu menjaga hutan dengan baik. Sebab kerusakan hutan merupakan sebuah bencana yang mesti kita tidak harus lakukan karena itu bisa berpengaruh pada semua aspek di laut maupun di darat. Maka dari itu peran aktif untuk pemuda maupun pemudi untuk melakukan fungsi kontrol terhadap para pelaku pengrusakan hutan tersebut. Tutupnya. (Kemal Swedya)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita