JNewstv.com | Ternate, Maluku Utara — Suasana di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate memanas. Puluhan warga Kelurahan Bastiong yang tergabung dalam Pemuda Bastiong Bersatu menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Kamis, 29 Januari 2026, tepat di pintu masuk utama PPN Ternate, Jalan Pasar Inpres Bastiong Talangame, Kota Ternate.
Aksi yang diikuti lebih dari 50 orang ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Massa datang dengan amarah terpendam, menuntut keadilan atas dugaan tindak kekerasan fisik yang dilakukan oknum petugas lapangan PPN Ternate terhadap warga setempat. Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang mencederai rasa kemanusiaan dan mencoreng wajah pelayanan publik.

Dalam orasi-orasi bernada keras, massa secara terbuka melayangkan protes kepada Kepala PPN Ternate, Kamarudin, yang dianggap lalai dalam mengawasi perilaku bawahannya. Nama Kamarudin, S.Pi., M.Si., bergema di tengah teriakan massa yang menuntut evaluasi total manajemen pelabuhan.
Koordinator aksi, Isto Jurumudi, bersama Umar Sangadji selaku tokoh masyarakat Bastiong, menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan warga yang selama ini merasa diperlakukan tidak adil di wilayahnya sendiri. Mereka didampingi sejumlah perwakilan Pemuda Bastiong Bersatu, di antaranya Irwanto Djurumdi, Anwar Kimsan, Qadar Usman, Faisal Eli, Irmham Selang, serta Nasri M. Saleh sebagai penasehat.
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama:
- Pemberhentian Oknum Petugas Pelaku Kekerasan
Warga mengecam keras tindakan represif dan dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oknum petugas lapangan PPN Ternate. Mereka mendesak pimpinan pelabuhan untuk segera memberhentikan oknum tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum. - Transparansi Rekrutmen Tenaga Kerja Outsourcing
Massa menuntut keterbukaan penuh dalam proses rekrutmen tenaga kerja outsourcing. Warga meminta agar pemuda-pemudi asli Bastiong diberi prioritas bekerja di kawasan pelabuhan.
“Pelabuhan ini berdiri di tanah kami. Sudah sepatutnya anak-anak Bastiong diberi kesempatan yang adil dan transparan,” tegas salah satu orator. - Pembinaan dan Evaluasi Etika Petugas
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pimpinan PPN Ternate diminta melakukan pembinaan rutin dan evaluasi menyeluruh terhadap etika serta perilaku seluruh petugas lapangan, agar tercipta hubungan yang humanis dengan masyarakat sekitar.
Pimpinan PPN Didesak Bertanggung Jawab
Tekanan massa akhirnya memaksa manajemen PPN Ternate menemui para demonstran. Di hadapan warga, pihak pelabuhan berjanji akan menampung seluruh aspirasi dan melakukan investigasi internal terkait dugaan kekerasan yang mencuat ke publik. Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang, pimpinan PPN disebut-sebut akan dievaluasi serius, menyusul sorotan tajam dari masyarakat dan pemberitaan luas media.
Namun warga Bastiong menegaskan, janji semata tidak cukup. Mereka menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah konkret, transparan, dan berpihak pada keadilan.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib namun penuh tensi, dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian Polres Ternate dan Polsek Ternate Selatan, yang dipimpin langsung oleh Fatmawati Sukur, SH.
Gelombang protes ini menjadi peringatan keras bagi pengelola Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate: masyarakat Bastiong tak lagi diam. Transparansi, keadilan, dan penghormatan terhadap warga lokal kini menjadi harga mati.
Jurnalis: Syahril/red
JNewstv.com Berita Fakta & Realita