Home / Pariwisata / (Seni dan Budaya / Hadir Bersama Kedua Putra Kembarnya di Ternate Nita Melakukan Pembodohan Masyarakat Adat.

Hadir Bersama Kedua Putra Kembarnya di Ternate Nita Melakukan Pembodohan Masyarakat Adat.

JNwstv.com | Ternate – Kedatangan Nita Budi Susanti berserta putra kembarnya Ali Mohamad Tajul Mulk dan Gajah Mada Satria Nagara itu terkesan melakukan propaganda dan perpecahan masyarakat adat di kota Ternate.

Walaupun Pengadilan Tinggi Maluku Utara telah memutuskan dirinya bersalah,karena telah melakukan penipuan dan penggelapan asal-usul putra kembar dari hasil tes DNA menunjukkan, anak kembar itu, bukanlah putra kandung Sultan Mudaffar Sjah, namun Nita Budi Susanti masih insist (bersikukuh) bahwa kedua putra kembarnya itu merupakan pewaris tahta Kesultanan Ternate.

Perluh diketahui saat ini Nita Budi Susanti berstatus Isteri politisi PAN Viva Yoga Mauladi itu tetap insist dua putra kembarnya, sebagai penerus tahta Kesultanan Ternate atau Kolano Madoru, berdasarkan Jaib Kolano (hak veto) dan surat wasiat dari Sultan Mudaffar Sjah.

Ia tiba di Bandara Sultan Baabullah Ternate dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia, sekitar pukul 06.30 WIT, Nita bersama anaknya dijemput Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri mereka dari masyarakat adat kesultanan Ternate yang pro terhadap dirinya.

Dari bandara , Nita dan rombongan menuju jalan Sultan Khairun ternate kelurahan soasio untuk ziarah kubur atau makam mendiang Sultan Mudaffar Sjah di belakang Masjid Sultan Ternate

Setelahnya itu Nita mampir sebentar di rumah salah satu warga di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, lalu menyeberang ke Pulau Hiri melalui pelabuhan Jikomalamo. Ikut pula anak dari istri kedua mendiang Sultan Mudaffar Sjah yakni, Nuzuluddin M Sjah. Nita dan kedua anaknya kemudian menjalani sejumlah prosesi adat di Kelurahan Togolobe.

Dalam kesempatan itu, Nita pun memberi keterangannya kepada sejumlah awak media mengenai maksud kedatangannya di Ternate.

“Saya kunjungan kali ini setelah 8 tahun saya tinggalkan Ternate sebenarnya hanya ziarah saja. Saya ziarah kemudian ada baca doa untuk 8 tahun wafatnya almarhum Sultan Mudaffar Sjah dan selanjutnya adalah silaturahmi,” ungkap Nita.

Nita bilang, kehadirannya ini paling tidak telah menjadi pengobat kerinduan bagi masyarakat adat yang selama ini menurutnya seperti anak ayam yang kehilangan induknya

Sementara dari pihak Kesultanan Ternate mereka tidak menghalangi Nita dan putra kembar jika melakukan ziarah dimakam Almarhum Sultan Mudafar Syah, akan tetapi sesuai informasi yang kami terima Nita hadir bukan hanya melakukan ziarah, tapi juga melakukan ritual atau hal yang lain seperti melakukan pertemuan dengan masyarakat jadi notabenenya itu akan memprofokasi situasi kondisi yang sudah kondusif.Senin 13/03/2023.

Nita budi susanti kapasitas apa?. Kalau sebagai Kolano madoru kami tidak i bisa menerima itu, terkecuali 2 anak perempuan Almarhum sultan Mudafar Syah namanya Aska dan Nabila mereka datang berkunjung di Kesultan kami terima karena itu adalah saudara kandung dari sultan.

“Kalau kedua anak kembar yang jelas kami tidak terima dari Kesultanan bahkan kami mersa kasiang terhadap masyarakat adat jadi ikut ikutan berarti masyarakat sudah di bodohi, kemarin yang terjadi dihiri.” ucapnya Tululamo

Persoalannya yang masyarakat adat tanduk (pikul) itukan istri orang, karena suami Nita ada di Jakarta, kalau kita berbicara bahwa dia Boki, buktinya dia telah melakukan perkawinan baru,

Lanjut Ia apalagi berbicara pada konteks kedua putra kembar ini bukan darah daging Almarhum Sultan Mudafar Syah,bahkan berbicara pada konteks Agama maka dia juga tidak berhak pakai nama dari Almarhum Sultan Mudafar Syah.

“Bahkan selama Sultan Almarhum Mudafar Syah masih hidup kita ritual adat belum pernah melihat anaknya sultan ditanduk,apa lagi kedua anak tidak tau keberadaan asal mereka darimana tetapi mereka ditanduk,dan ini adalah sebuah pembodohan terhadap masyarakat Adat,maka kami menghimbau kepada seluruh Masyarakat Adat agar jangan terprovokasi oleh situasi dan kondisi yang merusak kita punya adat dan atoran.” tegas dia Tululamo

Sementara Sultan sudah ada ini mari kita sama-sama menjaga,menjunjung,dan membesarkan Kesultanan Ternate yang senantiasa berpegang teguh dengan Adat se atoran,

Sambungnya, dan untuk kedua putra kembar disebut Kolano Madoru tidak bisa masuk di Kesultanan,akte itu juga sudah ada keputusan secara ingkra itu harus dikembalikan ke Pemerintah karena kedua anak tersebut berasal dari mana.

“Harapan kami bahwa semua masyarakat Adat kita membuka pikiran yang seluas-luasnya apa yang sebenarnya ada,dan apa sebenarnya terjadi, sultan ini sudah ada marilah kita semua bersatu untuk menjaga Adat se atoran.” Tandasnya

Penulis Ilon

Editor Arya Duta

About Arya Duta

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII