
JNewstv.com | Ternate
Ujian Akhir Semester (UAS) di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, beberapa hari kemarin menuai kontroversi dengan bentangan bentangan spanduk penolakan UAS online yang dipampang di depan gedung kampus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap sistim UAS online yang di terapkan birokrasi kampus.
Beberapa tuntutan mengenai sistim perkuliahan ditengah wabah pandemi ini menjadi keresahan mahasiswa selama pandemi covid 19 merebak hingga ke dunia pendidikan. mereka (mahasiswa) bukan hanya menuntut akan peniadaan sistim UAS online, melainkan beberapa diantaranya juga administrasi semester tahun ajaran baru seperti SPP.
Namun, seakan tak menghiraukan aspirasi mahasiswa spanduk spanduk penolakan ini malah di cabut begitu saja dan tidak membuahkan solusi.
Diduga ada oknum birokrasi kampus yang sengaja mencopot spanduk spanduk ini demi menjaga nama baik kampus.
Moh. Sahril lasut, Presiden BEM Fakultas teknik saat di temui awak media dilingkungan kampus Jum’at (26/06) mengatakan, seharusnya pihak kampus tidak melepas spanduk spanduk itu melainkan mencari solusi terhadap permasalahan di tengah pandemi ini. saya sebagai mahasiswa pun merasa terlibat dalam masalah yang dialami mahasiswa di tengah pandemi ini. Kita selama pandemi tidak mendapat ilmu yang masif kemudian kita juga harus ikut UAS online yang itu menjadi beban tersendiri. paket internet tidak murah, belum lagi nilai yang nanti diberikan tidak sepadan, untung untung kalau dapat nilai bagus, kalau Eror lagi sama saja. jadi kiranya penerapan UAS online ini di tiadakan saja dan beri nilai sama rata kepada mahasiswa. Ujarnya.
Bukan hanya sahril, Sadam mahasiswa UMMU ini juga mengeluhkan hal yang sama. sadam bilang seharusnya kampus memaklumi keadaan ini, selama pandemi ini apa yang kita dapat? baru uang SPP terus berjalan normal normal saja. setidaknya ada keringan bila perlu SPP tahun ini di close sementara. Pungkasnya
Sadam juga menyesalkan atas pencopotan spanduk spanduk itu. Menurutnya kampus tidak boleh membatasi aspirasi mahasiswa karena itu juga sebagai bentuk evaluasi. kalau sistim kampus tak pernah di kritisi terus peran mahasiswa dimana? lagi pula ini juga demi kepentingan bersama. Ujarnya
Dilain tempat Saiful Deni Rektor UMMU kepada JNewstv.com melalui va telpon mengatakan bahwa kami tetap menerima bentuk bentuk aspirasi mahasiswa. mengenai UAS online akan terus berjalan. kami tetap mengikuti peraturan kementrian Pendidikan dan kebudayaan. begitu juga dengan SPP. mahasiswa tetap harus membayar SPP sebab jika tidak, bagaimana kita bayar gaji dosen dan lain lain. Namun mengenai ini kami tetap memberi kelonggaran berupa cicilan dan penundaan pembayaran. Terangnya
Disisi lain lanjut Saiful deni, kami juga berlakukan UAS offline, sistim pembelajaran yang diterapkan pun tentunya tetap mengikuti arahan protokol kesehatan, tinggal kita atur waktu saja jika kelas kapasitasnya 100 orang kita ambil 50 % saja.
Menanggapi pelepasan spanduk aspirasi mahasiswa yang di pajang beberapa hari lalu rektor ummu tidak tahu menahu soal itu rektor bilang mungkin security yang melepasnya. Ujarnya. (Faisal)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita