Home / Berita / Kader Desa Umyal Bersama Kelompok Tambak Garam Berhasil Manfaatkan Air Laut Menjadi Nilai Ekonomis

Kader Desa Umyal Bersama Kelompok Tambak Garam Berhasil Manfaatkan Air Laut Menjadi Nilai Ekonomis

HALTENG, JNewstv.com. – Di Wilayah Perbatasan Pasifik Desa Umyal Kecamatan Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara Kini Kembali Menggemah Panen Garam Ratusan Kilogram ini Bentuk salasatu Program yang di Wujutnyatakan oleh Kelompok Tambak Garam Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Kepala Desa Umyal Buhari Gasim Kepada Wartawan JNewstv.com.- Selasa 4 Agustus 2026 menyampaikan bahwa
Kegiatan panen keempat turut dihadiri oleh Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMD Halmahera Tengah Amir Hasim, Askab TEKAD Halmahera Tengah Adam Basrus, Tenaga Pendamping Profesional (P3MD) Bidang BUMDes Halmahera Tengah Ongen Alfaruk, serta Kepala Desa Umiyal, Buhari Gasim beserta anggota kelompok tambak garam.

Kelompok Tambak Garam Desa Umiyal di bentuk melalui Kader Desa Umyal, yang memanfaatkan potensi air laut menjadi Garam yang bernilai Ekonomis berdampak langsung kepada masyarakat. Tambak garam mulai di bangun pada tahun 2025 dengan menggunakan atap kertas UV, dan bak tambak menggunakan Terpal HDPE sebagai wadah proses penyimpanan air laut yang menghasilkan garam berkualitas bersih dan rasan beda dengan garam premium.

Sejak dibangun Tambak Garam pada tahun 2025 Hasil Garam yang di peroleh oleh kelompok suda Empat kali di panen, panen pertama 200 kilogram lebih hingga saat ini memasuki Panen ke Empat sebanyak 500 kilogram.

Menurutnya dari 200 kilogram garam yang dihasilkan oleh kelompok ketika di jual ke masyarakat itu habis di belanjakan, karna sebagian masyarakat Pulau Umyal adalah nelayan produksi ikan asing.

Ia menambahkan garam yang dihasilkan oleh kelompok itu di jual kepada masyarakat Rp10000 per kilogram, produksi garam belum dapat mencapai satu ton karena keterbatasan jumlah tambak. Saat ini kelompok baru memiliki dua petak tambak.

Jika ingin menghasilkan sekitar satu sampai dua ton, minimal harus memiliki sepuluh petak tambak. Kalau enam petak saja sudah bisa menghasilkan lebih dari satu ton,” jelasnya.

Kelompok tambak garam dipimpin Rahmat Saptu dengan total 10 anggota, termasuk ketua. Pendampingan program di tingkat kecamatan dilakukan oleh Koordinator Kecamatan Nursita, sedangkan pembina kelompok di tingkat desa adalah Muhdirmuin.

Kami Berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas Tehnis, Pemerintah provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Pusat Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Satu satunya tambak garam di Desa Umyal ini menjadi perhatian agar dapat di kembangkan bersakala industri. Tutup Kades Umyal.

Ilham Husen

About jnews

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII